Kalau
berbicara cinta memang gak pernah habis pembahasannya, baik itu soal proses
jatuh cinta itu sendiri yang katanya indah (aku akui indah kok, hehe), maupun
setelah mengalami patah hati yang katanya sakit bannngggeetttt (itu betol juga,
haha) lalu datanglah situasi yang bernama “galau” dan sering jadi trending topic di kalangan remaja (Alhamdulillah aku sering galau, jadi masih
termasuk remaja). Ah, kalau berbicara tentang cinta kayaknya gak perlu lagi lah
ya untuk sekarang, karena kayaknya anak sekolah dasar sekarang aja uda paham
soal cinta, bahkan bisa lebih paham ketimbang mahasiswa sekalipun. Sangat
berbeda waktu aku masih SD yang masih makan disuapin, hehe. Lagipula cinta itu
gak perlu kita cari tahu tentang definisinya, atau tentang tips mendapat cinta
si doi, atau hal-hal lain tentang cinta yang menjurus pada teori belaka. Kalau
kita masih berkutat sama teori cinta, kita hampir dipastikan akan berstatus
jomblo dalam waktu lama (gak mau sebut selamanya, karena kan jodoh tiap-tiap
orang itu ada). Cinta itu berbicara soal praktek, karena cinta pada dasarnya
cukup diucapkan sekali namun ditunjukkan berjuta kali. Seseorang bisa berubah
180 derajat hanya karena cinta, nih contoh ya, pertama dia update status FB
atau nge-twit yang intinya cinta itu indah dan segalanya, bisa dipastikan itu
adalah saat dimana dia jatuh cinta, ehhhh selang beberapa bulan dia update
status FB atau nge-twit lagi yang intinya cinta itu buat capek aja, bisa
dipastikan dia ada masalah sama pacarnya, lalu selang beberapa bulan lagi
muncul lagi status atau twit dia yang intinya cinta itu bulshit, ohhh bisa
dipastikan dia uda putus sama pacarnya, dan tahap terakhir dari proses ini
ialah dinonaktifkannya akun FB atau Twitter-nya, nah di level ini sangat perlu
bimbingan orang tua untuk menjauhi benda tajam dan beracun, khususnya bagi
ababil. Sekarang sebagian besar kalangan pasti senang kalau membahas soal
cinta, dari kalangan pelajar aja tinggal tingkat taman kanak-kanak yang belum
terkena virus pink ini, sedang yang lainnya ya sudah terkontaminasi, sekarang
boy/girlband di Indonesia aja yang anggotanya masih berstatus sebagai pelajar
sekolah dasar membawakan lagu cinta, fans mereka juga anak-anak SD pada
jerit-jerit gitu ala ababil, gak kayak aku sekolah SD deh pokoknya, kalau aku
dulu masih surat-suratan aja sudah terasa takut, sekarang BBM sudah jadi hal
biasa, kode “ping” selalu menghiasi hari-hari mereka. Sebenarnya khawatir juga
kalau hal ini terus berkembang, takutnya lagu “Balonku ada lima” diganti dengan
“Pacarku ada lima”, liriknya gini:
Pacarku ada lima, rupa-rupa namanya,
Jono, Tomi, Si Ucup, Abang Yoda, dan Alu,
Putus sama si alu, wao.... Hatiku sangat galau,
Pacarku tinggal empat, ku pegang erat-erat.
Jono, Tomi, Si Ucup, Abang Yoda, dan Alu,
Putus sama si alu, wao.... Hatiku sangat galau,
Pacarku tinggal empat, ku pegang erat-erat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar