Senin, 17 Juni 2013

Tersesat Diatas Pelangi


Tik tik tik tik, yah lebih kurang seperti itulah bunyi rintik hujan sore itu. Dibarengi angin kencang yang menjurus ke badai dan langit gelap nan mengerikan, yah lengkaplah sore ku hari itu. Namun mungkin sudah menjadi karakteristik cuaca kota ini yang begitu tidak stabil atau labil, dalam keadaan hujan pun bisa keluar sinar matahari. Yah seperti itulah kota ini. Ah kriuk kriuk mulai terdengar dari perut ku, mungkin cacing dalam perut mulai bakar ban menuntut segera dimasukkan makanan, padahal itu masih sore hari dan belum waktu makan malam, mungkin karena faktor cuaca pikirku. Okefine, terpikir ku untuk membeli gorengan dekat rumah, hemm rasanya biasa aja sih, tapi cukuplah untuk membuat cacing-cacing di perut istirahat dalam memberontak, mungkin mereka aktivis semua. Lima ribu rupiah saja cukup ku rasa, dengan berisikan pisang dan tahu goreng, aku mulai riang gembira dan berjalan menuju pondok di halaman rumah ku. Ah sore itu mulai terasa indah...
Setelah menghabiskan dua potong gorengan, aku mulai melihat-lihat langit untuk mencoba meramal cuaca malam harinya. Mata ku terhenti di sisi langit sebelah utara, terlihat ada kumpulan cahaya warna warni yang melengkung indah. Yup, that’s the rainbow, atau pelangi dalam Bahasa Indonesia, *hahaha*. Mataku seakan tak kuasa menahan keindahan ini, rasanya ingin ku mendekati pelangi itu seakan-akan ia memanggilku untuk masuk ke dalam cahaya itu. Akhirnya ku memutuskan untuk mengikuti ajakan itu, seperti terbang melayang tanpa menyentuh tanah aku menuju kesana. Tak membutuhkan waktu lama, aku sudah sampai di ujung pelangi itu, aku mulai mencoba menyentuh pelangi itu, ternyata padat dan bisa disentuh, tak disangka, *ckckckck*. Aku pun mulai menapakkan kaki ku di atasnya, pelan-pelan ku melangkah, takut salah langkah dan takut salah tempat. Sedikit demi sedikit aku mulai melihat secercah kehidupan di atas pelangi itu, mulai melihat ada air terjun dan kolam dengan air yang sangat jernih dan segar di sepanjang sisi pelangi itu. Ada bintang-bintang di atasnya, jika biasanya aku cuma bisa melihat bintang di langit, kali ini aku bisa menyentuhnya laksana buah yang tergantung di pohon. Terkadang lewat burung-burung kecil seperti menyanyi, indah sekali...
Hari macam apa ini kok bisa-bisanya aku disini, bingung dan kaget mulai berputar-putar di kepalaku, ahhh kemana jalan keluar dari sini, aku mau pulang. Aku berputar-putar diatas pelangi itu karna ku mulai sadar itu hanya mimpi, ku jalani setiap warna dari pelangi itu, dari warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, sampai ungu namun ku tak menemukan jalan keluar juga. Dalam rasa takut bercampur bingung itu pun aku terpeleset dan masuk ke dalam kolam. Dan jelas aku basah kuyup.
Yang lebih mengagetkan lagi ada seekor lumba-lumba di dalam kolam itu dan ingin memakan ku, aku berenang sekencang mungkin agar tak dimakan oleh lumba-lumba itu. Namun gagal, lumba-lumba itu berhasil menggigit kakiku. Aku menjerit ketakutan sampai akhirnya aku tersadar dan kembali ke dunia nyata. Oh syukurlah aku bisa terbangun, dan ternyata temanku yang memegang kaki ku membangunkan ku, tentunya setelah ia menghabiskan semua gorenganku. Dan basah kuyup dalam mimpi itu ternyata aku sudah diguyur hujan ketika aku tertidur. Yap, semua itu hanya mimpi. Tapi yang jelas, tersesat tidak selalu di tempat-tempat yang gelap dan mengerikan, kita bisa aja tersesat di tempat-tempat yang indah, seperti pelangi tadi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar