Tik
tik tik tik, yah lebih kurang seperti itulah bunyi rintik hujan sore itu.
Dibarengi angin kencang yang menjurus ke badai dan langit gelap nan mengerikan,
yah lengkaplah sore ku hari itu. Namun mungkin sudah menjadi karakteristik
cuaca kota ini yang begitu tidak stabil atau labil, dalam keadaan hujan pun
bisa keluar sinar matahari. Yah seperti itulah kota ini. Ah kriuk kriuk mulai
terdengar dari perut ku, mungkin cacing dalam perut mulai bakar ban menuntut
segera dimasukkan makanan, padahal itu masih sore hari dan belum waktu makan
malam, mungkin karena faktor cuaca pikirku. Okefine, terpikir ku untuk membeli
gorengan dekat rumah, hemm rasanya biasa aja sih, tapi cukuplah untuk membuat
cacing-cacing di perut istirahat dalam memberontak, mungkin mereka aktivis
semua. Lima ribu rupiah saja cukup ku rasa, dengan berisikan pisang dan tahu goreng,
aku mulai riang gembira dan berjalan menuju pondok di halaman rumah ku. Ah sore
itu mulai terasa indah...
Setelah
menghabiskan dua potong gorengan, aku mulai melihat-lihat langit untuk mencoba
meramal cuaca malam harinya. Mata ku terhenti di sisi langit sebelah utara,
terlihat ada kumpulan cahaya warna warni yang melengkung indah. Yup, that’s the
rainbow, atau pelangi dalam Bahasa Indonesia, *hahaha*. Mataku seakan tak kuasa
menahan keindahan ini, rasanya ingin ku mendekati pelangi itu seakan-akan ia
memanggilku untuk masuk ke dalam cahaya itu. Akhirnya ku memutuskan untuk
mengikuti ajakan itu, seperti terbang melayang tanpa menyentuh tanah aku menuju
kesana. Tak membutuhkan waktu lama, aku sudah sampai di ujung pelangi itu, aku
mulai mencoba menyentuh pelangi itu, ternyata padat dan bisa disentuh, tak
disangka, *ckckckck*. Aku pun mulai menapakkan kaki ku di atasnya, pelan-pelan
ku melangkah, takut salah langkah dan takut salah tempat. Sedikit demi sedikit
aku mulai melihat secercah kehidupan di atas pelangi itu, mulai melihat ada air
terjun dan kolam dengan air yang sangat jernih dan segar di sepanjang sisi
pelangi itu. Ada bintang-bintang di atasnya, jika biasanya aku cuma bisa
melihat bintang di langit, kali ini aku bisa menyentuhnya laksana buah yang
tergantung di pohon. Terkadang lewat burung-burung kecil seperti menyanyi,
indah sekali...
Hari
macam apa ini kok bisa-bisanya aku disini, bingung dan kaget mulai
berputar-putar di kepalaku, ahhh kemana jalan keluar dari sini, aku mau pulang.
Aku berputar-putar diatas pelangi itu karna ku mulai sadar itu hanya mimpi, ku
jalani setiap warna dari pelangi itu, dari warna merah, jingga, kuning, hijau,
biru, nila, sampai ungu namun ku tak menemukan jalan keluar juga. Dalam rasa
takut bercampur bingung itu pun aku terpeleset dan masuk ke dalam kolam. Dan jelas
aku basah kuyup.
Yang
lebih mengagetkan lagi ada seekor lumba-lumba di dalam kolam itu dan ingin
memakan ku, aku berenang sekencang mungkin agar tak dimakan oleh lumba-lumba
itu. Namun gagal, lumba-lumba itu berhasil menggigit kakiku. Aku menjerit
ketakutan sampai akhirnya aku tersadar dan kembali ke dunia nyata. Oh syukurlah
aku bisa terbangun, dan ternyata temanku yang memegang kaki ku membangunkan ku,
tentunya setelah ia menghabiskan semua gorenganku. Dan basah kuyup dalam mimpi
itu ternyata aku sudah diguyur hujan ketika aku tertidur. Yap, semua itu hanya
mimpi. Tapi yang jelas, tersesat tidak selalu di tempat-tempat yang gelap dan
mengerikan, kita bisa aja tersesat di tempat-tempat yang indah, seperti pelangi
tadi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar