Secangkir Cappucino panas menemaniku pagi ini,
Membakar semangat yang tadinya mulai hilang,
Menorehkan kata demi kata di atas keyboard notebook ku,
Perwakilan rasa dari seorang lelaki yang apa adanya,
Ku lihat mentari pagi yang enggan menampakkan dirinya pagi ini,
Tertutupi awan mendung yang menguasai sang langit,
Udara dingin agak menusuk ke sendi-sendi pertulangan,
Membuat liburan ini semakin kosong akan kegiatan,
Khayalku terbang entah kemana,
Ke tempat yang aku sendiri malas mengingatnya,
Ke tempat yang disebut dengan kenangan,
Kenangan akan seseorang yang hanya terlisan,
Tak tertulis dalam sebuah kisah yang manis,
Mulai sedikit mengingatnya,
Dia sang pemilik senyum termanis itu,
Dia sang pemilik tawa paling khas dari yang lain,
Dia yang pernah menguasai hati ini,
Biarlah melalui tulisan ini aku mengungkapkan rindu,
Biarlah setiap tegukan Cappucino ini menghilangkan kenangan tentang nya,
Dan biarlah doa ku selalu teruntai untuknya,
Untuknya yang pernah mengobati luka bersama,
Untuknya yang ku harap dia bahagia saat ini,
Dan bahagia seterusnya,
Meski tanpaku,,,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar