Sebuah cerita pendek tentang teman saya yang memiliki prinsip dan
keteguhan yang kuat,,,,, untuk menjadi jomblo. Namanya Jodi, mahasiswa
tingkat akhir.
"Uhuk Uhuk", Jodi mengagetkan saya yang sedang santap siang.
"Kenapa lu, Jod? Sakit? Minum obat gih.".
"Bukan bro, gua cuma mau pamer aja."
"Sejak kapan orang sakit pamer-pamer?"
"Bukan pamer itu, tapi liat nih bbm Restia ke gua, doi ajak ngopi bro malam ini,".
"Ah tampang lu Jod, mau ngopi segala. Biasa juga minum susu Milo, gak ingat lu terakhir kali minum kopi gimana, diare kan? Lu cemen Jod, gak usah sok jantan deh,". Saya memberi nasehat.
"Ya kan usaha bro, sekali-sekali juga gua gebet cewek, lu gitu amat sih sama temen, kan gua minum kopi susu, jadi gak pahit banget.".
"Yaelah itu tetep aja cemen, masih ada susu nya, jangan pake susu, kopi hitam, yang pahit sekalian, pokoknya lu harus macho dalam segala hal, jangan bilang lu jam 9 malam udah tidur, jangan bilang lu suka nonton Spongebob, jangan bilang lu masih sering kangen nyokap, segalanya deh,".
"Hemm, iya iya, entar malam gua minum kopi pahit dan gua lakuin segala hal yang menurut lu macho, lu ikut bro? Ikut ya, temenin gua, jadi kalo gua kenapa-kenapa ada elu."
"Hemm, malas ah.".
"Gua traktir sarapan lontong deh.".
"Oke!".
Malam pun tiba, bertepatan dengan malam minggu, jadi banyak juga yang keluar bareng pacarnya. Kami juga tidak mau kalah donk, iya kami malam ini tidak cuma keluar berdua. Dengan gaya cool dan stylist, kami memasuki sebuah warung kopi, kami ambil di sudut warung dengan ditemani cahaya lampu redup-redup. Iya, ini warkop gaul, bukan seperti warkop zaman dulu.
Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya Restia datang menghampiri kami, dengan setelan dress pink dia duduk di depan kami. Yah, dia cantik.... Eittsss, itu gebetan sahabat saya, jangan sampai tergoda.
"Mas, mau pesan apa?", pelayan datang dan bertanya pada kami.
"Oh saya kopi hitam ya mbak, gak usah pake gula, biasalah setelah cowok macho,", kata Jodi pada pelayan itu.
"Baik mas,".
"Kamu mau pesan apa?," tanya Jodi ke Restia.
"Hemm, aku pesan jus Melon aja.", jawab Restia.
"Wah pilihan yang tepat untuk cewek cantik seperti kamu,", Jodi berkata sambil menggoda Restia.
"Lu pesan apa?", tanya Jodi ke saya.
"Oh gua jus Jeruk aja," jawab saya.
"Apa juga lu kata kalo cowok macho itu harus minum kopi, tuh lu pesan jus," bisik Jodi ke saya.
"Yah kan ini acara lu, jadi gak ngaruh ke gua,", bisik saya balik.
Pelayan itu pun pergi untuk menyiapkan pesanan kami. Dan tidak lama kemudian, pesanan kami sampai. Dan Jodi mulai membuka pembicaraan.
"Hemm, tadi pergi naik apa ya?", tanya Jodi.
"Aku naik motor sih tadi, punyanya motor sih, kamu naik apa?", tanya Restia balik.
"Oh yang matik itu ya? Oh aku naik motor juga, punya temen aku, biasa sih aku jalan kaki, terus kalo ada orang lewat tinggal aku berhentiin, aku nebeng kemana aja, dianya harus mau lah, biasalah kan cowok, cowok memang harus gitu,", jawab Jodi.
"Oh cowok harus gitu ya, baru tau sih.", jawab Restia.
"Iya cowok memang gitu, eh pesanan kita sampe tuh,", kata Jodi.
"Iya sampe, kamu suka kopi pahit ya?", tanya Restia.
"Iya aku suka banget ini, cowok banget kan, itulah aku, hahahaha, ayo ayo diminum,", kata Jodi ke Restia.
"Berarti suka duduk ngopi sampe tengah-tengah malam ya?", tanya Restia lagi.
"Iya donk, aku gak biasa tidur cepat, aku selalu nongkrong dulu bareng temen-temen sampe tengah malam, haha, kan cowok,", jawab Jodi.
"Oh gitu, oke deh,,,", Restia menutup pembicaraan dengan mmeneguk jus wortelnya.
"Gilak bro, pahit bener....", bisik Jodi ke saya.
"Sabar bro, lu harus kuat demi cinta, cinta itu memang pahit bro", saya menyemangati,
"Oke bro!!!!!", saya sangat tahu bahwa kopi itu benar-benar menyiksa Jodi.
Sudah lama juga kami mengobrol tentang banyak hal, dan jodi sepertinya ingin bertanya lebih dalam. Ya, mana tahu Jodi bisa pacaran gitu sama Restia.
"Hemm kamu udah punya pacar belum?", tanya Jodi ke Restia.
"Belum nih, lagi jomblo, kenapa ya?", tanya Restia balik.
"Gak apa-apa sih, emang tipe cowok kamu gimana ya?", tanya Jodi dengan penuh harap.
"Hemm, yang pasti sih ganteng, setia, peduli, lembut, gak suka kekerasan, menjaga kesehatan, gak suka kopi, apalagi sampe duduk ngopi sampe tengah malam, ih gak banget deh, kan itu mengundang penyakit,", jawab Restia rinci.
Waduh, kayaknya Jodi salah strategi deh, atau salah pilih cewek. Jodi ganteng enggak, setia juga belum teruji, kan dia belum pernah pacaran, gak laku sih, terus dia juga terbukti minum kopi dan mengaku suka bergadang. Yah, bisa dipastikan ini akan gagal lagi.
Ya benar saja, Jodi kali ini gagal lagi. Masih untung pertemuan malam itu berakhir dengan damai. Restia tidak pernah menghubungi Jodi lagi, dan Jodi juga tidak mau bicara selama sebulan karena saran yang saya berikan. Lagian kan saya mana tahu juga gimana tipe si Restia itu, haha. Apa saya sotoy? Ah gak, sok tau kalian. Dan yang paling parah itu adalah pulang dari situ Jodi langsung menderita diare 5 hari dan demam seminggu, ya karena apa lagi selain karena kopi super pahit malam minggu itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar