Selasa, 20 Agustus 2013

Bus Itu Membawanya Pergi

Rasanya belum puas ku bersamanya,
Namun ia harus pergi meninggalkan kota ini,
Pergi untuk sementara menuju kota tetangga,
Tak jauh memang,
Dan juga tak lama,
Hanya seminggu,
Namun bukan soal jarak,
Dan juga bukan soal waktu,
Ini soal rindu yang akan memenuhi hati,

Bus yang ditunggu pun akhirnya tiba,
Menjemputnya dengan para penumpang yang lain,
Senyum manisnya sungguh teruntai indah,
Sambil mengucapkan selamat tinggal ia berjalan pelan,
Menaiki bus yang siap mengantarnya ke kota tujuan,
Terlihat ia melambai dan tersenyum dari balik kaca,
Sungguh manis bidadari-Mu, Tuhan,

Awalnya ku kira ini hanya mimpi,
Namun sudah seminggu ia tak pulang ke rumah juga,
Ia telah berpulang menemui Tuhan-Nya,
Ya, senyuman dibalik kaca itu adalah senyuman terakhir darinya,
Bus yang ditumpanginya mengalamai kecelakaan setelah satu jam meninggalkan terminal,

Bus itu benar-benar membawanya pergi,
Pergi tak kembali,
Bukan untuk sementara,
Tapi untuk selamanya.

2 komentar:

  1. haha, bkn siapa2, kan yg abg tulis bkn brarti yg bnr2 kejadian atau yg bnr2 abg rasain, bnyk tulisan abg cuma representatif dr imajinasi aja...

    BalasHapus