Senin, 05 Agustus 2013

Benarkah Kita 'Menang'?

Semakin mendekati akhir Ramadhan, semakin dekat pula dengan 1 Syawal yang artinya hari raya Idul Fitri. Semua umat muslim mulai menyiapkan segala hal untuk menyambut hari besar itu. Ada yang menyiapkan bathin yang artinya makin perbanyak ibadah karena Ramadhan akan meninggalkan kita, ada yang menyiapkan makanan-makanan yang akan menjadi sajian untuk menyambut tamu yang berkunjung ke rumah, dan ada juga yang menyiapkan penampilan dari baju baru, celana baru, sampai mungkin rambut baru. Semua itu terserah pribadi masing-masing individu, asal semua senang.

Idul Fitri yang banyak disebut hari kemenangan memiliki hakekat bahwa manusia kembali putih bersih seperti bayi yang baru lahir ke dunia. Hal ini memiliki garis lurus dengan hakekat Ramadhan itu sendiri yaitu untuk membersihkan manusia dari dosa dan juga melatih manusia untuk menjadi lebih baik lagi dan naik kelas yang lebih baik. Ramadhan memiliki banyak kekhususan, selain kita diwajibkan untuk berpuasa yang melatih dan membersihkan kita dari segala hal kotor dan dosa, tapi Ramadhan juga mewajibkan kita untuk membayar zakat sesuai kemampuan kita dengan tujuan membersihkan harta kita dan juga berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Sungguh bulan yang luar biasa, bulan dimana kita dapat berbagi kebahagiaan dan merasakan kesusahan mereka yang kurang mampu, dan juga bulan yang mulia dimana banyak keberkahan di dalamnya.

Terlepas dari bulan Ramadhan yang tinggal satu hari lagi ini, kita mau gak mau harus meninggalkan bulan suci ini. Kembali lagi ke Idul Fitri yang dikatakan hari kemenangan. Pertanyaan untuk kita semua, benarkah kita sudah menang? Kemenangan artinya ada sesuatu yang kita dapat, layaknya kita ikut perlombaan, lalu kita menang, pasti kita dapat hadiah. Nah, begitu juga dengan bulan Ramadhan. Selama satu bulan kita diuji dan dicoba, untuk menaikkan kelas ketaqwaan kita, untuk merubah diri kita menjadi lebih baik lagi, untuk melatih banyak hal seperti kesabaran dan ketaatan beribadah kita. Ya minimal jika kita belum mampu mencapai level taqwa, kita bisa lah menjadikan Ramadhan ini sebagai sarana latihan bagi diri kita, jadi di luar Ramadhan, kita bisa jadi lebih baik dari sebelum Ramadhan. Jika setiap Ramadhan bisa jadi lebih baik terus menerus, Insya Allah kita bisa mencapai level taqwa.

Nah, di hari kemenangan nanti kira-kira apa yang kita dapat sebagai hadiah atas usaha kita. Kemenangan itu bukanlah bagaimana kita bisa dapat membeli baju baru, atau membuat kue banyak-banyak, bukan itu. Kemenangan itu tidak terlihat, tapi bisa dirasakan. Bagaimana merasanya? Ya kita bisa menilai diri kita sendiri dari sebelum Ramadhan dengan setelah Ramadhan. Semoga kita semua mendapat hadiah dari Allah SWT, bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan bisa naik kelas di hadapan-Nya, sampai kelas tertinggi yaitu kelas taqwa. Maka, mari sama-sama kita renungkan apakah kita sudah benar-benar 'menang'?

Bersihkan hati, saling memaafkan, hilangkan dosa, menjadi pribadi yang baru. Selamat Idul Fitri 1434 H, Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar