Selasa, 30 September 2014

Menebar Benih Ke Setiap Hati, Tepatkah?

Ada banyak cara untuk mendapat cinta. Salah satu yang coba gue bahas adalah cara seperti kita menebar benih di kolam ikan dengan harapan ada beberapa ikan yang memakan benih-benih tadi. Ini hasil dari penelitian gue sama beberapa orang yang gue jumpai. Jadi, ikan tadi kita analogikan aja sebagai hati dan benih sebagai cinta. Ada orang-orang yang terus aja menebar cinta dalam bentuk perhatian ke banyak orang dengan harapan ada yang keterima satu atau lebih. Cara ini bisa dibilang efektif jika kita lihat hukum peluang dalam ilmu matematika. Karena jika ada 20 orang yang lo lempar perhatian, harapannya paling kecil kan 10% nya bisa terjerat, yaitu dua orang. Harapannya sih gitu, tapi pertama, sering kali harapan tidak sesuai kenyataannya, dan kedua, ini bukan hukum matematika yang ilmu pasti, ini cinta, ditebak aja sulit, apalagi dihitung-hitung dengan angka.

Lo boleh aja mengejar cinta lo terus memperjuangkannya. Boleh aja, sah-sah aja. Itu hak lo sebagai makhluk yang bisa jatuh cinta. Tapi logis gak sih, ada orang bisa jatuh cinta sama 20 orang sekaligus. Itu lo bukan ngejar cinta namanya, tapi ngejar status. Lo pengen orang-orang nganggap lo karena lo bisa punya pacar meskipun hati lo gak sebahagia yang tampak di wajah lo. Dan satu lagi, lo boleh aja ngejar cinta kayak gue bilang tadi, tapi itu jangan sampe menjatuhkan harga diri lo juga, itu lo sama aja kayak ngobral diri lo. Jadi, menurut gue sih fix cara ini gak efektif dilihat dari sisi si pelaku.

Oke, coba kita lihat dari sisi yang lain, sisi si korban atau para korban lebih tepatnya. Menjadi salah satu dari puluhan itu gak enak banget, kecuali lo mirip Raffi Ahmad kalo cowok atau Syahrini kalo cewek. Itu pasti banyak orang yang mau ngantri, tapi Raffi sama Syahrini gak mau juga ngobral diri pasti ya. Oke kita kembali ke persoalan awal tadi, menjadi salah satu dari puluhan itu gak enak. Coba aja lo bayangin di posisi ini. Lo pasti akan sulit percaya dia sungguh-sungguh atau enggak. Dia bilang cinta, tapi gak sama lo doank, banyak. Dibilang playboy tapi gak ada yang jadi satu pun, mungkin lebih cocok dibilang failboy. Dan lagi, menurut gue dari sisi ini juga gak efektif.

Jadi bisa kita simpulin bahwa cara ini sebenarnya gak efektif. Lo cuma buat orang lain bingung dengan pendirian lo. Mana tau dari 20 orang tadi ada satu orang yang sebenarnya perhatiin lo dan lo gak sadar, tapi dia urungkan niatnya karena menilai lo gak sungguh-sungguh. Harusnya lo fokus sama satu orang aja dulu, lo tunjukin kalo lo bener-bener sayang, lo perhatiin dia, buat dia nyaman dan akhirnya sayang balik. Kalo gagal? Tenang aja, kegagalan adalah cara Tuhan untuk liat usaha dan kesungguhan kita. Dan dari kegagalan juga kita bisa belajar. Jangan kecil hati, lo pasti dapatin orang itu yang benar-benar menggunakan hatinya, bukan cuma menilai tampilan fisik aja, karena dengan begini, hati lo tampak lebih sempurna.

Karena cinta sebenarnya kan bagaimana kita bisa meyakinkan aja lalu buat dia nyaman. Untuk apa kita mengejar status? Biar orang gak bilang kita jomblo gitu? Kalo lo terus turutin apa orang bilang tanpa punya pendapat sendiri, lo bakalan terus jalan di tempat, gak akan berpindah semeter pun. Lagipula ketika lo ada pacar dan lo ada masalah dengan pacar lo, mereka juga gak akan bantu, mereka cuma berkomentar. Oke masbro dan mbaksist? Keep calm aja ya. See yaa....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar