Sebuah cerita pendek tentang teman saya yang memiliki prinsip dan
keteguhan yang kuat,,,,, untuk menjadi jomblo. Namanya Jodi, mahasiswa
tingkat akhir.
Semester baru pun dimulai, kembali ke perantauan dan beraktifitas seperti layaknya mahasiswa, ya masih mahasiswa kok status saya, walau hanya tinggal selesaikan tugas akhir aja, tapi kan tetap masih mahasiswa. Memang, saya dan Jodi kini masuk ke tahun terakhir kami sebagai mahasiswa, kami sudah dikatakan leting tua dan tetap jomblo. Tapi Jodi tetap dengan prinsipnya berkeras bahwasannya dia jomblo karena prinsip, oke lebih baik di-iya-kan saja biar cepat.
Tahun ajaran baru, semester baru, semangat baru, dan juga mahasiswa baru. Mahasiswa baru yang sering disingkat Maba ini memang jadi sasaran empuk bagi senior-senior mereka yang kebetulan lagi jomblo atau mau nambah koleksi. Termasuk saya sih ya, iya kan mana tahu gitu nemu tambatan hati yang selama ini ditunggu-tunggu, lama banget malah.
Kebetulan kami adalah mentor ospek di kampus kami. Malahan Jodi punya jabatan lebih tinggi, ya dia merangkap sesi administrasi juga. Jadi kalau ada maba yang mau mendaftar ya sama Jodi, memang keren teman saya yang satu ini. Saya? Saya sih hanya anggota biasa, saya kan aktivis musiman maba, tujuannya ya gak lain dan gak bukan untuk dapat gebetan. Walau sudah 4 tahun gagal dan ini tahun ke 5, tapi seperti kata pepatah, "Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda". Maka dari itu lah saya terus berusaha karena saya yakin sukses dapatin maba untuk jadi gebetan. Tapi Jodi sepertinya tetap dengan prinsipnya.
"Jod, lu gak mau cari maba untuk jadiin gebetan?", tanyaku.
"Ah malas, biar mereka aja yang cari gua, lagian kan kalau jodoh gak kemana", jawabnya.
"Bener juga sih, tapi apa lu gak mau usaha gitu, biar terlepas dari belenggu kejombloan?", saya balik tanya.
"Gak tuh, kan semua akan indah pada waktunya, semua ada waktunya kok", jawabnya bijak.
"Wah bener lagi lu ya, lu bijak juga ya", saya memuji.
Jodi menutup pembicaraan hanya dengan senyuman, sok cool banget sih kata saya dalam hati.
Di suatu siang yang terik, kami berdua duduk di posko pendaftaran, menanti maba-maba yang mau registrasi. Saya sih terpaksa berada disitu karena untuk temani Jodi aja. Tapi tiba-tiba ada maba cewek cakep datang registrasi, dia sendirian. Lantas naluri lelaki saya tergerak untuk membuka percakapan.
"Dek, namanya Tiara ya? Jurusan Bahasa Inggris ya?", tanya saya setelah melihat formulir registrasi yang dia isi.
"Iya bang, kan bisa lihat sendiri", jawabnya ketus.
"Oh iya, abang gak liat sih tadi", saya beralasan karena mulai malu.
"Oya, udah punya pacar dek? Kalo belum, minta no hape donk", saya coba memberanikan diri.
"Saya udah punya pacar bang, anak UKM Pencak Silat kampus ini juga, mungkin abang kenal", jawab nya menyindir.
"Oh iya mungkin abang kenal ya, iya iya, bisa jadi", saya menutup pembicaraan karena takut kena jurus sama pacarnya, secara pacarnya anak UKM pencak silat, lha saya,,, ah sudahlah.
Jodi yang sedari tadi memperhatikan saya pun akhirnya angkat bicara.
"Lu harusnya gak perlu segitunya juga sama cewek, biasa aja, kan gua bilang biar mereka yang cari kita, bukan kita yang cari mereka", Jodi mencoba menasehati.
"Iya Jod, gua ngerti, kan gua cuma usaha", jawab saya.
Setelah itu saya pun hanya duduk di posko hingga sore tetap berdua dengan Jodi. Matahari pun semakin mengarah ke sisi barat, itu menandakan bahwa kami harus pulang untuk beristirahat. Saya membantu Jodi menutup posko dan ia membawa semua formulir registrasi maba hari ini.
Malam pun semakin larut, saya ingin mengirim pesan ke teman saya untuk menanyakan format proposal yang terbaru. Tapi ternyata pulsa di hape saya tidak mencukupi lagi dan saya memutuskan untuk meminjam hape Jodi. Jodi yang dari tadi sibuk dengan hapenya pun langsung memberikan dengan syarat 'jangan lama'.
Setelah saya membuka pesan hape Jodi, tak sengaja saya melihat puluhan pesan dengan kontak yang tidak dikenali, artinya hanya berupa nomor-nomor saja. Anehnya, isi pesan-pesan itu sama semua, yaitu "Dek, mahasiswa baru ya? Kenalin saya senior kamu, foto kamu cantik deh."
Buset dah ni si Jodi, lagi-lagi sok berprinsip padahal ngarep juga. Ambil no hape maba-maba cantik dari formulir registrasi, dasar curang!
modus kali abang-abang leting ini. =.=
BalasHapushaha, itu kisah teman2 aku, :p
Hapus