Nah, kita coba berpindah ke negara Islam lain yang mungkin telah menjadi awal peradaban Islam di zaman nabi dulu. Kita bisa lihat Mesir sekarang, disana saudara-saudara muslim kita pun saling berperang dan membunuh, Karena apa? Lagi-lagi karena politik. Dimana rasa persaudaraan kita yang Rasulullah telah ajarkan? Di Mesir sendiri ini bukan kejadian yang pertama, sebelumnya juga sudah terjadi ketika sipil mengkudeta presiden sebelumnya, ketika terpilih presiden Mursi yang baru, kudeta pun kembali terjadi, mau sampai kapan? Mau sampai seluruh umat muslim disana mati semua? Untuk negara Arab, Mesir bukanlah satu-satunya, sebelumnya sudah terjadi di beberapa negara seperti Libya. Lantas mengapa kini nilai-nilai Islam sendiri diadaptasi di negara non-muslim?
Mungkin umat Islam sekarang sulit menerima perbedaan, bukan dalam hal politik saja, tapi juga dalam hal beribadah kepada-Nya. Padahal Allah menciptakan langit dan bumi untuk kita mencari tahu dengan ilmu yang kita miliki, dengan segala rahasia-Nya, kita diminta untuk berusaha beribadah sesuai yang kita pelajari dan yakini. Selama kita masih melakukan rukum Islam dan mempercayai rukum Iman dengan sepenuh hati itu artinya kita masih didalam koridor yang benar. Toh, biarlah Allah menilai dan memberi ganjaran atas setiap yang kita lakukan. Kita kan sebagai manusia hanya bisa melakukan yang terbaik menurut kita untuk mengejar ridho-Nya.
Jangan lagi lah memerangi dan mendzalimi umat Islam atau non-Islam, Islam itu kan agama yang penuh kasih sayang, Bukan dengan kekerasan untuk mengajak orang berada di jalan Islam yang benar, tapi dengan kelembutan hati seperti yang Rasulullah contohkan pada kita. Saya berharap tidak ada lagi kekerasan, pembunuhan, pembakaran rumah yang dilakukan umat Islam dan disampuli oleh kata "JIHAD". Ciptakanlah Islam yang penuh cinta dan kasih sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar