Rabu, 24 Juli 2013

Si Mblo - Puasa

Sebuah cerita pendek tentang teman saya yang memiliki prinsip dan keteguhan yang kuat,,,,, untuk menjadi jomblo. Namanya Jodi, mahasiswa tingkat akhir. 


Hari itu adalah hari terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan. Sore harinya, saya dan Jodi pergi jalan-jalan sore menikmati keramaian kota, biasa lah kota ini tiap sorenya ramai, apalagi hari terakhir sebelum masuk bulan Ramadhan. Pasti banyak pasangan muda mudi yang menghabiskan waktu berdua, istilahnya ini yang terakhir, karena besok kan sudah puasa dan mereka pasti akan sangat sulit bermesra-mesraan, ya tutup buku lah kita bilang. Saya merasa iri donk, secara saya kan jomblo, masak ketika mereka bersama pasangannya, lha saya masih berdua aja bareng si Jodi, takut juga sih kami khilaf lalu jadian, hiiii.

Saya pun mencoba membuka pembicaran dengan Jodi,

"Jod, mungkin asik ya bisa jalan-jalan sama pacar sebelum mulai Ramadhan, jadi kita kan semangat gitu ibadahnya", saya mulai.

"Ah lu, puasa itu mendingan jomblo lagi, jadi kita gak perlu mikir hal-hal negatif yang bisa ngurangi pahala puasa kita, kan kita jadi bisa lebih fokus ibadah kita", jawab Jodi.

"Wah bener lu Jod, kita bisa fokus ibadah ya," timpal saya.

"Iya donk, kan jadi kita gak perlu iri donk, woles aja bro", tutupnya.

Benar juga ni si Jodi pikir saya, tumben-tumben sih dia benar. Malam hari pun tiba, kami bersiap-siap untuk ke Mesjid, semangat kami benar-benar berapi-api seperti mampu membakar sarung yang kami pakai. Baru keluar rumah, lewat lah tetangga sebelah pergi bareng pacarnya menuju Mesjid, lha saya masih aja bareng Jodi. Seperti tahu yang saya pikirkan, Jodi berkata pada saya,

"Santai bro, gak perlu iri lagi, Allah kan gak lihat tuh kita mau pergi ke Mesjid bareng siapa, tapi yang di lihat itu ya niat kita bro", katanya bijak.

"Wah lu bener-bener bijak, Jod. Gua bangga temenan sama lu", jawabku sambil terharu.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Mesjid. Tarawihan dimulai dengan shalat Isya berjamaah dilanjutkan dengan tausyiah singkat baru disambung dengan shalat Tarawih delapan raka'at plus 3 raka'at witir. Saya tertarik dengan isi tausyiah malam itu, tentang berpuasa, yang paling saya ingat adalah bahwa "Do'a orang berpuasa pada saat berbuka tidak tertolak di sisi Allah SWT dan Malaikat bersama-sama mengaminkannya". Wah menarik bagi saya, dan ternyata Jodi juga sependapat dengan saya.

Sepulang dari Mesjid kami langsung bersiap untuk langsung tidur, karena lelah sangat menyerang tubuh kami malam itu. Sebelum tidur, saya tidak lupa mengatur alarm hape saya agar bisa terbangun waktu sahur. Dan hari itu pun berakhir ketika mata saya tertutup.

Tititittt tiititiitttt titititititttt.... Bunyi alarm membangunkan saya tepat jam 4. Saya coba lihat hape saya, apakah ada BBM atau SMS masuk, ya minimal mana tahu ada SMS dari operator atau mama minta pulsa. Ternyata hasilnya nihil. Saya juga melihat-lihat ke Recent Update BBM, ada beberapa update-an, kebanyakan sih isinya itu sok mesra ya, iya sok mesra, ada yang isinya "Sayang bangun sahur donk,,,", terus ada yang jawab "Iya makasih sayang, ini udah bangun kok, kamu perhatian banget ya", ternyata mereka adalah tetangga saya tadi. Sesungguhnya orang-orang seperti ini lah yang sangat menyiksa dan menjajah perasaan para jomblo. Buat apa coba update di RU selain buat iri kaum-kaum seperti "kami". Padahal kan bisa langsung BBM ke dia aja, gak usah lewat RU gitu.

Si Jodi pun sudah bangun dari tidurnya, melihat muka saya nampak kesal, dia langsung mengerti dan berkata pada saya,

"Santai bro, untuk apa juga punya pacar kalau cuma untuk bangunin sahur, kan ada alarm hape yang bisa bangunin kita, gak perlu keluarin biaya traktir makan juga kan, hemat", kata Jodi yang lagi-lagi sangat bijak.

"Wah lu bener-bener bijak, Jod. Lu bener-bener kuat dan memiliki prinsip sebagai jomblo, gua bangga sama lu, bro", kataku dengan bangga.

"Oke bro, berfikir positif aja bro,,,", tutupnya.

Wah saya sangat bangga memiliki teman kayak Jodi ini. Dia memang sangat bijak dan selalu menjadi penyemangat orang-orang yang sedang galau. Kami pun langsung makan sahur dilanjutkan dengan shalat Shubuh. Sehabis shalat subuh kami sambung tidur lagi.

Tanpa terasa puasa di hari pertama kami hampir selesai. Jam menunjukkan pukul 5 sore. Masih ada sekitar 1,5 jam lagi sampai buka puasa. Kami pun memutuskan untuk ngabuburit. Dan lagi-lagi kami melihat pasangan muda-mudi di jalan. Kali ini saya mencoba kuat karena seperti kata Jodi kami beruntung jomblo jadi bisa fokus ke ibadah puasa kami.

Waktu berbuka pun hampir tiba, kami sudah berada di rumah untuk menyiapkan bukaan kami, sederhana namun cukup untuk melepas lapar dan dahaga.

Adzan Maghrib pun berkumandang, kami berbuka puasa. Tampak Jodi sangat kusyuk berdoa, karena penasaran apa isi doanya, saya mencoba menguping, wah terdengar. Isi doanya adalah

"Ya Allah, dekatkanlah jodoh hamba, semoga hamba cepat dapat pacar, capek juga sendiri terus, Ya Allah....".

Hemm, ternyata seorang jomblo berprinsip pun tidak bisa tahan lama menjadi jomblo, apalagi dengan serangan yang begitu dahsyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar