Ada kicauan burung bak senandung,
Dedaunan yang memeluk erat embun,
Sang surya yang masih malu,
Membuat langit tampak sendu pagi ini,
Apa kabar kau di seberang sana,
Apa kau masih mengingat segalanya yang kau bilang tak mungkin lupa,
Seperti matahari yang tak mungkin lupa dimana harus datang dan pergi,
Setidaknya kau tak mungkin lupa kita pernah menulis bersama,
Terhalang oleh tebing tinggi,
Gelap dan tanpa suara,
Ada orang yang berhenti,
Ada orang yang kembali,
Ada orang yang berputar-putar,
Tapi aku panjat tebing itu,
Dan terbentanglah pemandangan luar biasa dari atas sana,
Aku ingin kau disini,
Kau bisa membersihkan bajuku dari butiran pasir,
Atau membenarkan letak kerah kemejaku,
Atau hanya sekedar duduk bersama menikmati keindahan ini.
Sabtu, 11 Oktober 2014
Karena Ini Rumahmu
Tentang kau yang bersandar di dermaga hati,
Sebuah dermaga hati kecil di pulau yang sepi,
Hanya ada nyiur-nyiur hijau,
Dan beberapa kepingan masa lalu,
Kau jatuhkan jangkar di titik yang tepat,
Tak mungkin kapalmu bisa berlayar lagi,
Tinggallah disini terus,
Karena pulau ini adalah rumahmu,
Dan kau takkan pernah merasa kurang,
Kau yang akan selalu aman dan nyaman,
Apabila sang langit mulai gaduh,
Berteduhlah di gubuk disana itu,
Ku buatkan hanya untuk kau,
Salah siapa kau mampir kesini,
Karena kau takkan pernah pergi kemana-mana lagi,
Ku pastikan kau akan tetap selalu disini,
Dan ku pastikan tak ada tempat yang lebih indah dari ini.
Sebuah dermaga hati kecil di pulau yang sepi,
Hanya ada nyiur-nyiur hijau,
Dan beberapa kepingan masa lalu,
Kau jatuhkan jangkar di titik yang tepat,
Tak mungkin kapalmu bisa berlayar lagi,
Tinggallah disini terus,
Karena pulau ini adalah rumahmu,
Dan kau takkan pernah merasa kurang,
Kau yang akan selalu aman dan nyaman,
Apabila sang langit mulai gaduh,
Berteduhlah di gubuk disana itu,
Ku buatkan hanya untuk kau,
Salah siapa kau mampir kesini,
Karena kau takkan pernah pergi kemana-mana lagi,
Ku pastikan kau akan tetap selalu disini,
Dan ku pastikan tak ada tempat yang lebih indah dari ini.
Tentang Seseorang
Selamat malam kasih,
Sinar mu yang tak pernah redup,
Meski langit sedang gaduh,
Dan awan yang mencekam,
Hujan pun tak mampu menghapus lembutmu,
Lembut setiap senyum itu,
Lembut setiap untaian kata yang keluar,
Kau tetap sama, kasih,
Selalu berpindah dari satu saraf ke saraf lainnya,
Di dalam pikiranku,
Jika bahagiamu adalah bahagiaku,
Dan bahagiaku adalah bahagiamu,
Mengapa kita tak saling membahagiakan,
Agar kita bisa merasakan bahagia yang sama.
Sinar mu yang tak pernah redup,
Meski langit sedang gaduh,
Dan awan yang mencekam,
Hujan pun tak mampu menghapus lembutmu,
Lembut setiap senyum itu,
Lembut setiap untaian kata yang keluar,
Kau tetap sama, kasih,
Selalu berpindah dari satu saraf ke saraf lainnya,
Di dalam pikiranku,
Jika bahagiamu adalah bahagiaku,
Dan bahagiaku adalah bahagiamu,
Mengapa kita tak saling membahagiakan,
Agar kita bisa merasakan bahagia yang sama.
Jumat, 10 Oktober 2014
Ketika Semuanya Sudah Terasa Indah
"Kita akan terus bareng kan, Yang?"
"Pasti,,, aku janji."
Pernah lo berada di moment dimana lo merasa hidup lo begitu nyaman? Nah benar, sering kali kita merasa nyaman ketika kita bersama orang yang bisa buat kita nyaman. Dengan segala kemampuan dan keindahan yang dia miliki, gue ngerasa hidup gue udah sempurna. Hidup memang seperti itu, cinta adalah bagian dari kehidupan, seperti puzzle, saling melengkapi, maka ketika lo nemuin cinta yang tepat, bagian yang tadinya kosong itu pun menjadi utuh. Setidaknya sementara.
Lho, kenapa bisa gue bilang sementara? Gini, cinta sering kali jatuh tanpa sempat hati untuk memilih, kan? Ketika lo jatuh cinta, apapun terasa sempurna. Termasuk hidup. Lalu, apakah sudah cinta pada orang yang tepat? Oke, gue ceritain kisah yang satu ini dulu.
Ada satu masa ketika gue masih kuliah, gue kenalan dengan seorang cewek. Namanya Sarah. Ah sudah, sebut aja gitu namanya. Lagi dan seperti cerita yang lain, Sarah ini adik angkatan gue di kampus. Sarah ini tipe gue banget, dengan penampilan yang bisa dibilang diatas "tuntas nasional" dan sikap manjanya yang selalu buat rindu. Ketemunya juga lucu, waktu itu dia lagi duduk di kantin, makan es krim, sesekali tertangkap lagi ngupil, terkadang rapiin poni, terus upil tadi lengket di rambut. Aduh apaan sih ini, tapi entah kenapa, ya unyu aja gitu. Terus dengan gaya cool gue samperin lah dia, secara gue senior.
"Hey anak kampus sini juga", gue sapa.
"Iya bang, kok tau?", tanyanya.
"Tau donk, tandai kamu itu mudah banget lagi, seperti diantara ribuan bintang, kamu yang paling terang, di hati aku...", eh gue gombal.
Dia terdiam sesaat, cuma terperangah, mulut terbuka terus masuk lalat, gak lama mimisan. Kemudian baru tersenyum.
"Ah abang bisa aja,".
"Hehe, Sarah ya? Kenalin, aku Arif".
"Iya bang, senang bisa kenalan dengan abang".
Setelah banyak ngobrol dan membombardir dia dengan banyak gombalan maut, akhirnya kami pun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Gak lama, henpon gue bunyi tanda masuk pesan. Wah ternyata dari Sarah.
"Hai abang, siang..."
"Eh iya Sarah, hai juga. Kamu udah di rumah?"
"Udah donk, abang udah di rumah juga kan?"
"Gak, aku kan di hati kamu, hehe."
"Ah bisa aja"
"Eh ngomong-ngomong, dapat nomor aku dari mana ya?"
"Ada deh,,, yang penting kan udah dapat, hehe."
"Hemm, iya deh..."
Sejak hari itu kami jadi sering saling kirim pesan, ngobrol via sms terkadang telfonan. Hari-hari terasa indah aja gitu. Dan juga sepertinya Sarah juga udah kena gombalan maut gue.
Proses PDKT kami terasa sangat mudah, segalanya berjalan lancar tanpa hambatan, gak kayak jalanan ibukota yang macet setiap harinya. Singkat cerita, kami PDKT selama 2 bulan terus gue tembak dia.
"Kita udah dekat selama 2 bulan, aku rasa cukup lah untuk mengenal kamu.", aku mulai pembicaraan.
"Lah terus?"
"Terus kamu mau gak jadi pacar aku? Yang temani hidup aku, jalani hari bersama."
"Gak ada satu alasan pun bagiku untuk menolak kamu, cintaku...", tutupnya dengan simpul senyum termanis.
Setelah hari itu, kami pun menjalani hidup berdua, Kemana-mana berdua. Buat tugas, refreshing, pergi kuliah, olahraga juga berdua. Hidup terasa indah setiap harinya. Lengkap, pikirku saat itu.
"Kita akan selalu bareng kan, Yang?"
"Pasti,,, aku janji, aku gak bisa hidup tanpa kamu".
"Aku juga, love you".
"Love you too"
Ahh, ini antara so sweet atau memuakkan sih. Tapi kalo lo berada di posisi itu, apapun itu terasa manis. Menganggap dia lah cinta sejati kita. Dan cinta memang selalu dapat mengubah segalanya, Termasuk mengubah diri lo.
Awalnya Sarah bilang gue cuek, gue suka pergi gak bilang-bilang, dia maunya kalo gue pergi harus bilang dulu. Gue boker juga bilang, semua-semua lapor. Ya namanya juga cinta, meski awalnya agak aneh, tapi lama-lama nurut juga. Banyak yang berubah karena cinta. Kita juga pelan-pelan akan kehilangan jati diri karena cinta, Tapi gue pikir, dengan gue berubah kami akan selalu sama-sama terus.
Tapi itu semua salah. Sepenuhnya salah. Kenapa gue bilang salah? Karena logisnya, dengan diri gue yang dulu aja sebenarnya Sarah jatuh cinta, terus kenapa dia minta gue berubah dan kenapa gue mau berubah. Bukannya ketika kita bisa cinta sama seseorang, kita harusnya udah tau kelebihan dan kekurangan dia. Dan sudah jadi pertimbangan kita.
Dan itu terbukti ketika gue dan Sarah terus sama-sama dan masuk dimana salah satu atau keduanya merasa bosan. Kayak lo berpuluh tahun makan nasi, tapi seminggu lo gak boleh makan nasi diganti makan gandum. Sulit kan menerima? Begitulah gue sulit menerima, gue jadi gak tau harus gimana, kami benar-benar gak siap untuk masuk di situasi ini, kami terlalu terlena dengan segala keindahan yang disuguhkan oleh cinta. Padahal cinta layaknya hidup memiliki dua sisi yang berbeda, sisi hitam dan sisi putih.
Yang tadinya kami gak pernah ribut, untuk ini kami ribut, hanya karena salah satu merasa bosan dan satu lagi maunya kayak biasa, bareng terus. Kami benar-benar gak siap untuk ini, akhirnya kami memutuskan untuk berpisah.
Terus hidup gue? Hidup gue ya terasa hampa, benar-benar kehilangan. Rasa gengsi untuk meminta kembali, membuat kami semakin jauh dan akhirnya hilang kontak. Gue benar-benar gak tau harus berbuat apa waktu itu. Tapi terus gue mikir, bukannya setiap manusia hanya bisa berencana, dan Allah lah yang menuntun jalan hidup kita. Meskipun kita punya 1000 rencana kedepan, kalo bukan jalan hidup kita, ya kita hanya bisa menerima dengan ikhlas. Tapi percayalah, jalan hidup yang Allah berikan pasti yang terbaik untuk kita. Gue juga petik pelajaran dari ini, selama hal itu baik, kita gak harus berubah atau mengubah pasangan kita karena cinta. Maka, kita harus saling kenal dulu sebelum menjalin hubungan, mengenal setiap sifat, sikap, tingkah laku, dan kepribadiannya. Tapi kolo hal-hal yang buruk, misalnya hobi selingkuh, itu harus berubah lah.
Dan soal cinta sejati, cinta sejati akan datang pada setiap manusia. Sudah ditakdirkan. Kita hanya harus tetap berikhitiar. Soal siapa dan kapan, biarlah itu menjadi rahasia-Nya dan misteri kehidupan.
Udah ya, sampe sini aja, see you...
"Pasti,,, aku janji."
Pernah lo berada di moment dimana lo merasa hidup lo begitu nyaman? Nah benar, sering kali kita merasa nyaman ketika kita bersama orang yang bisa buat kita nyaman. Dengan segala kemampuan dan keindahan yang dia miliki, gue ngerasa hidup gue udah sempurna. Hidup memang seperti itu, cinta adalah bagian dari kehidupan, seperti puzzle, saling melengkapi, maka ketika lo nemuin cinta yang tepat, bagian yang tadinya kosong itu pun menjadi utuh. Setidaknya sementara.
Lho, kenapa bisa gue bilang sementara? Gini, cinta sering kali jatuh tanpa sempat hati untuk memilih, kan? Ketika lo jatuh cinta, apapun terasa sempurna. Termasuk hidup. Lalu, apakah sudah cinta pada orang yang tepat? Oke, gue ceritain kisah yang satu ini dulu.
Ada satu masa ketika gue masih kuliah, gue kenalan dengan seorang cewek. Namanya Sarah. Ah sudah, sebut aja gitu namanya. Lagi dan seperti cerita yang lain, Sarah ini adik angkatan gue di kampus. Sarah ini tipe gue banget, dengan penampilan yang bisa dibilang diatas "tuntas nasional" dan sikap manjanya yang selalu buat rindu. Ketemunya juga lucu, waktu itu dia lagi duduk di kantin, makan es krim, sesekali tertangkap lagi ngupil, terkadang rapiin poni, terus upil tadi lengket di rambut. Aduh apaan sih ini, tapi entah kenapa, ya unyu aja gitu. Terus dengan gaya cool gue samperin lah dia, secara gue senior.
"Hey anak kampus sini juga", gue sapa.
"Iya bang, kok tau?", tanyanya.
"Tau donk, tandai kamu itu mudah banget lagi, seperti diantara ribuan bintang, kamu yang paling terang, di hati aku...", eh gue gombal.
Dia terdiam sesaat, cuma terperangah, mulut terbuka terus masuk lalat, gak lama mimisan. Kemudian baru tersenyum.
"Ah abang bisa aja,".
"Hehe, Sarah ya? Kenalin, aku Arif".
"Iya bang, senang bisa kenalan dengan abang".
Setelah banyak ngobrol dan membombardir dia dengan banyak gombalan maut, akhirnya kami pun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Gak lama, henpon gue bunyi tanda masuk pesan. Wah ternyata dari Sarah.
"Hai abang, siang..."
"Eh iya Sarah, hai juga. Kamu udah di rumah?"
"Udah donk, abang udah di rumah juga kan?"
"Gak, aku kan di hati kamu, hehe."
"Ah bisa aja"
"Eh ngomong-ngomong, dapat nomor aku dari mana ya?"
"Ada deh,,, yang penting kan udah dapat, hehe."
"Hemm, iya deh..."
Sejak hari itu kami jadi sering saling kirim pesan, ngobrol via sms terkadang telfonan. Hari-hari terasa indah aja gitu. Dan juga sepertinya Sarah juga udah kena gombalan maut gue.
Proses PDKT kami terasa sangat mudah, segalanya berjalan lancar tanpa hambatan, gak kayak jalanan ibukota yang macet setiap harinya. Singkat cerita, kami PDKT selama 2 bulan terus gue tembak dia.
"Kita udah dekat selama 2 bulan, aku rasa cukup lah untuk mengenal kamu.", aku mulai pembicaraan.
"Lah terus?"
"Terus kamu mau gak jadi pacar aku? Yang temani hidup aku, jalani hari bersama."
"Gak ada satu alasan pun bagiku untuk menolak kamu, cintaku...", tutupnya dengan simpul senyum termanis.
Setelah hari itu, kami pun menjalani hidup berdua, Kemana-mana berdua. Buat tugas, refreshing, pergi kuliah, olahraga juga berdua. Hidup terasa indah setiap harinya. Lengkap, pikirku saat itu.
"Kita akan selalu bareng kan, Yang?"
"Pasti,,, aku janji, aku gak bisa hidup tanpa kamu".
"Aku juga, love you".
"Love you too"
Ahh, ini antara so sweet atau memuakkan sih. Tapi kalo lo berada di posisi itu, apapun itu terasa manis. Menganggap dia lah cinta sejati kita. Dan cinta memang selalu dapat mengubah segalanya, Termasuk mengubah diri lo.
Awalnya Sarah bilang gue cuek, gue suka pergi gak bilang-bilang, dia maunya kalo gue pergi harus bilang dulu. Gue boker juga bilang, semua-semua lapor. Ya namanya juga cinta, meski awalnya agak aneh, tapi lama-lama nurut juga. Banyak yang berubah karena cinta. Kita juga pelan-pelan akan kehilangan jati diri karena cinta, Tapi gue pikir, dengan gue berubah kami akan selalu sama-sama terus.
Tapi itu semua salah. Sepenuhnya salah. Kenapa gue bilang salah? Karena logisnya, dengan diri gue yang dulu aja sebenarnya Sarah jatuh cinta, terus kenapa dia minta gue berubah dan kenapa gue mau berubah. Bukannya ketika kita bisa cinta sama seseorang, kita harusnya udah tau kelebihan dan kekurangan dia. Dan sudah jadi pertimbangan kita.
Dan itu terbukti ketika gue dan Sarah terus sama-sama dan masuk dimana salah satu atau keduanya merasa bosan. Kayak lo berpuluh tahun makan nasi, tapi seminggu lo gak boleh makan nasi diganti makan gandum. Sulit kan menerima? Begitulah gue sulit menerima, gue jadi gak tau harus gimana, kami benar-benar gak siap untuk masuk di situasi ini, kami terlalu terlena dengan segala keindahan yang disuguhkan oleh cinta. Padahal cinta layaknya hidup memiliki dua sisi yang berbeda, sisi hitam dan sisi putih.
Yang tadinya kami gak pernah ribut, untuk ini kami ribut, hanya karena salah satu merasa bosan dan satu lagi maunya kayak biasa, bareng terus. Kami benar-benar gak siap untuk ini, akhirnya kami memutuskan untuk berpisah.
Terus hidup gue? Hidup gue ya terasa hampa, benar-benar kehilangan. Rasa gengsi untuk meminta kembali, membuat kami semakin jauh dan akhirnya hilang kontak. Gue benar-benar gak tau harus berbuat apa waktu itu. Tapi terus gue mikir, bukannya setiap manusia hanya bisa berencana, dan Allah lah yang menuntun jalan hidup kita. Meskipun kita punya 1000 rencana kedepan, kalo bukan jalan hidup kita, ya kita hanya bisa menerima dengan ikhlas. Tapi percayalah, jalan hidup yang Allah berikan pasti yang terbaik untuk kita. Gue juga petik pelajaran dari ini, selama hal itu baik, kita gak harus berubah atau mengubah pasangan kita karena cinta. Maka, kita harus saling kenal dulu sebelum menjalin hubungan, mengenal setiap sifat, sikap, tingkah laku, dan kepribadiannya. Tapi kolo hal-hal yang buruk, misalnya hobi selingkuh, itu harus berubah lah.
Dan soal cinta sejati, cinta sejati akan datang pada setiap manusia. Sudah ditakdirkan. Kita hanya harus tetap berikhitiar. Soal siapa dan kapan, biarlah itu menjadi rahasia-Nya dan misteri kehidupan.
Udah ya, sampe sini aja, see you...
Selasa, 07 Oktober 2014
IBU oleh: Chairil Anwar
Cuma mau share salah satu dari sekian banyak puisi Chairil Anwar. Waktu aku baca puisi ini, ada rasa yang begitu menyentuh lalu tertarik untuk membagikan. Enjoy!
Ibu
Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai
Ibu…..
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah
Ibu…..
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….
Ibu….
Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..
Ibu
Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai
Ibu…..
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah
Ibu…..
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….
Ibu….
Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..
Jumat, 03 Oktober 2014
Cewek PHP
Pernah ketemu atau dekat sama cewek PHP? Belum tau apa arti PHP? Oke, PHP itu singkatan dari Pemberi Harapan Palsu. Jadi cewek-cewek PHP itu sering kasih harapan ke orang lain tanpa ada niatan untuk benar-benar lakuin. Jahat? Hemm lumayan.
Kalo lo udah baca tulisan gue tentang cewek PMS, sebenarnya cewek PHP ini gak jauh beda sama cewek PMS. Sama-sama nyiksa lo, tapi bedanya kalo cewek PMS suka nyudutin lo sampe lo gak bisa berbuat apapun, kalo cewek PHP ini bisa buat lo terbang sampe ke langit ke tujuh, terbang pake balon udara, terus balon udaranya dia bocorin dan akhirnya lo jatuh dengan sangat sakit. Tapi intinya sama aja sih. Membandingkan cewek PMS dengan cewek PHP itu sama kayak lo bandingin Adolf Hitler sama George W. Bush, sama-sama kejam.
Gue ada sedikit cerita tentang pengalaman gue dekat sama cewek PHP. Sebut aja namanya Ami, bukan nama sebenarnya tentu. Ami ini adik angkatan gue di kampus gitu. Gue kenal dia juga gak sengaja, entah kenapa tiba-tiba kami dekat dan sering cerita banyak hal. Lumayan nyambung sih. Hobi kami juga sama, sama-sama suka ceritain orang lewat. Banyak orang gak berdosa jadi korban kami. Tapi Ami ini sifat PHP nya kental banget, entah bawaan lahir, sifat turunan, atau bawaan genetik. Tapi yang jelas, PHP dan Ami ini gak bisa dipisahin lagi, udah mendarah daging. Dan meskipun Ami sering PHP, tapi dia tetap aja manis, entah susuk apa yang dimasukin ke tubuhnya. Ada banyak hal kenapa gue bilang Ami PHP, lo perhatiin aja deh ini.
Ami: "Ih pusing deh banyak tugas, dosen tegaan bener dah sama mahasiswa".
Arif: "Iya sama nih, aku banyak tugas juga, pusing ya".
Ami: "Ih siapa yang nanyak juga, sok mau diperhatiin".
Nah, kasus pertama mengatakan bahwa cewek PHP itu selalu mau diperhatiin tapi dia gak mau balik perhatian. Sedih? Iya.
Arif: "Besok mau UTS tapi gak tau ruang, gak tau nanyak ke siapa".
Ami: "Lho kan ada aku."
Arif: "Kamu mau temani? Kamu baik deh."
Ami: "Ih siapa sih sok kenal minta-minta temani. Lagian aku cuma bercanda aja tadi."
Di kasus kedua diatas, lo harus hati-hati sama setiap tawaran dari cewek PHP, lo harus siapin mental kayak lo mau perang sama negara tetangga. Waspadalah waspadalah. Sedih lagi? Iya.
Ami: "Pengen es krim deh, enak ya siang-siang gini."
Arif: "Yuk pergi cari es krim."
Ami: "Malas keluar, kamu beliin antar ke rumah ya."
Arif: "Tapi kan seru pergi bareng."
Ami: "Kalo kamu gak mau antar, ya udah, aku juga gak pengen es krim lagi".
Nah kalo kasus yang barusan, selain lo harus siapin mental kalo-kalo ajakan lo ditolak, lo juga harus punya pendirian untuk tidak melakukan yang bisa merendahkan harga diri lo sendiri sebagai cowok.
Ami: "Hai..."
Arif: "Hai juga, lagi ngapain?'
*Gak ada balasan*
Dan yang terakhir ini adalah PHP akut. Ini udah level maksimal, gak tertolong lagi.
Nah itu tadi cuma contoh-contoh kasus diantara banyak kasus. Kami dekat beberapa bulan dan tanpa jadian. Setelah lelah berusaha dekati Ami, dan gak ada perkembangan, akhirnya gue pun mutusin untuk berhenti dan semua berakhir gitu aja. Kabar terakhir sih Ami udah punya pacar yang profesinya tukang delivery Pizza, cocok kan? Iya. Bisa antar-antarin es krim setiap hari.
Dan hidup gue setelah itu semua menjadi lebih baik. Awalnya sih gue galau, kayak anak kucing kehilangan induknya. Bingung harus ngapain, gak ada kawan cerita, padahal biasanya gue cerita juga gak ada yang dengar. Tapi mungkin gue nya aja yang terlalu drama. Mungkin ini efek gue tiap hari nonton sinetron Indonesia, ada yang anak pergi sekolah naik naga, naik burung elang, ada yang ganteng-ganteng jadi serigala. Paling macho gue nonton orang India tegap-tegap terus nyanyi sambil joget.
Tapi galau gue gak lama-lama banget kok, setelah gue nonton film action, gue gak drama lagi. Iya gue nonton film pertualangan gitu. Upin Ipin mencari harta karun. Ada moment paling macho waktu Jarjit berantem sama Upin. Gue nontonnya sambil gigit jari. Ah balik ke cewek PHP tadi. Sebenarnya sih jangan melulu nyalahin orang lain, coba nilai diri sendiri juga. Semua hal itu sebenarnya tergantung kita nya juga.
Kayak kasus-kasus diatas tadi, kalo lo punya pendirian yang kuat, lo gak akan terjerumus ke situasi kayak tadi kok. Bisa jadi malah si cewek nya yang sebenarnya terganggu akan kehadiran lo, kalo dia memang tertarik sama lo, pasti respon dia ke lo juga bagus, gak dingin kayak tadi. Jadi, lo harus bisa baca situasi, perasaan orang, dan juga kode-kode tertentu. Dan gue ingatin lagi, jangan melulu nyalahin orang lain, bisa jadi bukan dia nya yang PHP, tapi lo nya aja yang kege-eran membaca sikap seseorang ke lo.
Ah ya udah segitu aja, semoga ada pelajaran yang bisa dipetik dari ini semua. Dan kita semua bahagia.
Kalo lo udah baca tulisan gue tentang cewek PMS, sebenarnya cewek PHP ini gak jauh beda sama cewek PMS. Sama-sama nyiksa lo, tapi bedanya kalo cewek PMS suka nyudutin lo sampe lo gak bisa berbuat apapun, kalo cewek PHP ini bisa buat lo terbang sampe ke langit ke tujuh, terbang pake balon udara, terus balon udaranya dia bocorin dan akhirnya lo jatuh dengan sangat sakit. Tapi intinya sama aja sih. Membandingkan cewek PMS dengan cewek PHP itu sama kayak lo bandingin Adolf Hitler sama George W. Bush, sama-sama kejam.
Gue ada sedikit cerita tentang pengalaman gue dekat sama cewek PHP. Sebut aja namanya Ami, bukan nama sebenarnya tentu. Ami ini adik angkatan gue di kampus gitu. Gue kenal dia juga gak sengaja, entah kenapa tiba-tiba kami dekat dan sering cerita banyak hal. Lumayan nyambung sih. Hobi kami juga sama, sama-sama suka ceritain orang lewat. Banyak orang gak berdosa jadi korban kami. Tapi Ami ini sifat PHP nya kental banget, entah bawaan lahir, sifat turunan, atau bawaan genetik. Tapi yang jelas, PHP dan Ami ini gak bisa dipisahin lagi, udah mendarah daging. Dan meskipun Ami sering PHP, tapi dia tetap aja manis, entah susuk apa yang dimasukin ke tubuhnya. Ada banyak hal kenapa gue bilang Ami PHP, lo perhatiin aja deh ini.
Ami: "Ih pusing deh banyak tugas, dosen tegaan bener dah sama mahasiswa".
Arif: "Iya sama nih, aku banyak tugas juga, pusing ya".
Ami: "Ih siapa yang nanyak juga, sok mau diperhatiin".
Nah, kasus pertama mengatakan bahwa cewek PHP itu selalu mau diperhatiin tapi dia gak mau balik perhatian. Sedih? Iya.
Arif: "Besok mau UTS tapi gak tau ruang, gak tau nanyak ke siapa".
Ami: "Lho kan ada aku."
Arif: "Kamu mau temani? Kamu baik deh."
Ami: "Ih siapa sih sok kenal minta-minta temani. Lagian aku cuma bercanda aja tadi."
Di kasus kedua diatas, lo harus hati-hati sama setiap tawaran dari cewek PHP, lo harus siapin mental kayak lo mau perang sama negara tetangga. Waspadalah waspadalah. Sedih lagi? Iya.
Ami: "Pengen es krim deh, enak ya siang-siang gini."
Arif: "Yuk pergi cari es krim."
Ami: "Malas keluar, kamu beliin antar ke rumah ya."
Arif: "Tapi kan seru pergi bareng."
Ami: "Kalo kamu gak mau antar, ya udah, aku juga gak pengen es krim lagi".
Nah kalo kasus yang barusan, selain lo harus siapin mental kalo-kalo ajakan lo ditolak, lo juga harus punya pendirian untuk tidak melakukan yang bisa merendahkan harga diri lo sendiri sebagai cowok.
Ami: "Hai..."
Arif: "Hai juga, lagi ngapain?'
*Gak ada balasan*
Dan yang terakhir ini adalah PHP akut. Ini udah level maksimal, gak tertolong lagi.
Nah itu tadi cuma contoh-contoh kasus diantara banyak kasus. Kami dekat beberapa bulan dan tanpa jadian. Setelah lelah berusaha dekati Ami, dan gak ada perkembangan, akhirnya gue pun mutusin untuk berhenti dan semua berakhir gitu aja. Kabar terakhir sih Ami udah punya pacar yang profesinya tukang delivery Pizza, cocok kan? Iya. Bisa antar-antarin es krim setiap hari.
Dan hidup gue setelah itu semua menjadi lebih baik. Awalnya sih gue galau, kayak anak kucing kehilangan induknya. Bingung harus ngapain, gak ada kawan cerita, padahal biasanya gue cerita juga gak ada yang dengar. Tapi mungkin gue nya aja yang terlalu drama. Mungkin ini efek gue tiap hari nonton sinetron Indonesia, ada yang anak pergi sekolah naik naga, naik burung elang, ada yang ganteng-ganteng jadi serigala. Paling macho gue nonton orang India tegap-tegap terus nyanyi sambil joget.
Tapi galau gue gak lama-lama banget kok, setelah gue nonton film action, gue gak drama lagi. Iya gue nonton film pertualangan gitu. Upin Ipin mencari harta karun. Ada moment paling macho waktu Jarjit berantem sama Upin. Gue nontonnya sambil gigit jari. Ah balik ke cewek PHP tadi. Sebenarnya sih jangan melulu nyalahin orang lain, coba nilai diri sendiri juga. Semua hal itu sebenarnya tergantung kita nya juga.
Kayak kasus-kasus diatas tadi, kalo lo punya pendirian yang kuat, lo gak akan terjerumus ke situasi kayak tadi kok. Bisa jadi malah si cewek nya yang sebenarnya terganggu akan kehadiran lo, kalo dia memang tertarik sama lo, pasti respon dia ke lo juga bagus, gak dingin kayak tadi. Jadi, lo harus bisa baca situasi, perasaan orang, dan juga kode-kode tertentu. Dan gue ingatin lagi, jangan melulu nyalahin orang lain, bisa jadi bukan dia nya yang PHP, tapi lo nya aja yang kege-eran membaca sikap seseorang ke lo.
Ah ya udah segitu aja, semoga ada pelajaran yang bisa dipetik dari ini semua. Dan kita semua bahagia.
Selasa, 30 September 2014
Menebar Benih Ke Setiap Hati, Tepatkah?
Ada banyak cara untuk mendapat cinta. Salah satu yang coba gue bahas adalah cara seperti kita menebar benih di kolam ikan dengan harapan ada beberapa ikan yang memakan benih-benih tadi. Ini hasil dari penelitian gue sama beberapa orang yang gue jumpai. Jadi, ikan tadi kita analogikan aja sebagai hati dan benih sebagai cinta. Ada orang-orang yang terus aja menebar cinta dalam bentuk perhatian ke banyak orang dengan harapan ada yang keterima satu atau lebih. Cara ini bisa dibilang efektif jika kita lihat hukum peluang dalam ilmu matematika. Karena jika ada 20 orang yang lo lempar perhatian, harapannya paling kecil kan 10% nya bisa terjerat, yaitu dua orang. Harapannya sih gitu, tapi pertama, sering kali harapan tidak sesuai kenyataannya, dan kedua, ini bukan hukum matematika yang ilmu pasti, ini cinta, ditebak aja sulit, apalagi dihitung-hitung dengan angka.
Lo boleh aja mengejar cinta lo terus memperjuangkannya. Boleh aja, sah-sah aja. Itu hak lo sebagai makhluk yang bisa jatuh cinta. Tapi logis gak sih, ada orang bisa jatuh cinta sama 20 orang sekaligus. Itu lo bukan ngejar cinta namanya, tapi ngejar status. Lo pengen orang-orang nganggap lo karena lo bisa punya pacar meskipun hati lo gak sebahagia yang tampak di wajah lo. Dan satu lagi, lo boleh aja ngejar cinta kayak gue bilang tadi, tapi itu jangan sampe menjatuhkan harga diri lo juga, itu lo sama aja kayak ngobral diri lo. Jadi, menurut gue sih fix cara ini gak efektif dilihat dari sisi si pelaku.
Oke, coba kita lihat dari sisi yang lain, sisi si korban atau para korban lebih tepatnya. Menjadi salah satu dari puluhan itu gak enak banget, kecuali lo mirip Raffi Ahmad kalo cowok atau Syahrini kalo cewek. Itu pasti banyak orang yang mau ngantri, tapi Raffi sama Syahrini gak mau juga ngobral diri pasti ya. Oke kita kembali ke persoalan awal tadi, menjadi salah satu dari puluhan itu gak enak. Coba aja lo bayangin di posisi ini. Lo pasti akan sulit percaya dia sungguh-sungguh atau enggak. Dia bilang cinta, tapi gak sama lo doank, banyak. Dibilang playboy tapi gak ada yang jadi satu pun, mungkin lebih cocok dibilang failboy. Dan lagi, menurut gue dari sisi ini juga gak efektif.
Jadi bisa kita simpulin bahwa cara ini sebenarnya gak efektif. Lo cuma buat orang lain bingung dengan pendirian lo. Mana tau dari 20 orang tadi ada satu orang yang sebenarnya perhatiin lo dan lo gak sadar, tapi dia urungkan niatnya karena menilai lo gak sungguh-sungguh. Harusnya lo fokus sama satu orang aja dulu, lo tunjukin kalo lo bener-bener sayang, lo perhatiin dia, buat dia nyaman dan akhirnya sayang balik. Kalo gagal? Tenang aja, kegagalan adalah cara Tuhan untuk liat usaha dan kesungguhan kita. Dan dari kegagalan juga kita bisa belajar. Jangan kecil hati, lo pasti dapatin orang itu yang benar-benar menggunakan hatinya, bukan cuma menilai tampilan fisik aja, karena dengan begini, hati lo tampak lebih sempurna.
Karena cinta sebenarnya kan bagaimana kita bisa meyakinkan aja lalu buat dia nyaman. Untuk apa kita mengejar status? Biar orang gak bilang kita jomblo gitu? Kalo lo terus turutin apa orang bilang tanpa punya pendapat sendiri, lo bakalan terus jalan di tempat, gak akan berpindah semeter pun. Lagipula ketika lo ada pacar dan lo ada masalah dengan pacar lo, mereka juga gak akan bantu, mereka cuma berkomentar. Oke masbro dan mbaksist? Keep calm aja ya. See yaa....
Lo boleh aja mengejar cinta lo terus memperjuangkannya. Boleh aja, sah-sah aja. Itu hak lo sebagai makhluk yang bisa jatuh cinta. Tapi logis gak sih, ada orang bisa jatuh cinta sama 20 orang sekaligus. Itu lo bukan ngejar cinta namanya, tapi ngejar status. Lo pengen orang-orang nganggap lo karena lo bisa punya pacar meskipun hati lo gak sebahagia yang tampak di wajah lo. Dan satu lagi, lo boleh aja ngejar cinta kayak gue bilang tadi, tapi itu jangan sampe menjatuhkan harga diri lo juga, itu lo sama aja kayak ngobral diri lo. Jadi, menurut gue sih fix cara ini gak efektif dilihat dari sisi si pelaku.
Oke, coba kita lihat dari sisi yang lain, sisi si korban atau para korban lebih tepatnya. Menjadi salah satu dari puluhan itu gak enak banget, kecuali lo mirip Raffi Ahmad kalo cowok atau Syahrini kalo cewek. Itu pasti banyak orang yang mau ngantri, tapi Raffi sama Syahrini gak mau juga ngobral diri pasti ya. Oke kita kembali ke persoalan awal tadi, menjadi salah satu dari puluhan itu gak enak. Coba aja lo bayangin di posisi ini. Lo pasti akan sulit percaya dia sungguh-sungguh atau enggak. Dia bilang cinta, tapi gak sama lo doank, banyak. Dibilang playboy tapi gak ada yang jadi satu pun, mungkin lebih cocok dibilang failboy. Dan lagi, menurut gue dari sisi ini juga gak efektif.
Jadi bisa kita simpulin bahwa cara ini sebenarnya gak efektif. Lo cuma buat orang lain bingung dengan pendirian lo. Mana tau dari 20 orang tadi ada satu orang yang sebenarnya perhatiin lo dan lo gak sadar, tapi dia urungkan niatnya karena menilai lo gak sungguh-sungguh. Harusnya lo fokus sama satu orang aja dulu, lo tunjukin kalo lo bener-bener sayang, lo perhatiin dia, buat dia nyaman dan akhirnya sayang balik. Kalo gagal? Tenang aja, kegagalan adalah cara Tuhan untuk liat usaha dan kesungguhan kita. Dan dari kegagalan juga kita bisa belajar. Jangan kecil hati, lo pasti dapatin orang itu yang benar-benar menggunakan hatinya, bukan cuma menilai tampilan fisik aja, karena dengan begini, hati lo tampak lebih sempurna.
Karena cinta sebenarnya kan bagaimana kita bisa meyakinkan aja lalu buat dia nyaman. Untuk apa kita mengejar status? Biar orang gak bilang kita jomblo gitu? Kalo lo terus turutin apa orang bilang tanpa punya pendapat sendiri, lo bakalan terus jalan di tempat, gak akan berpindah semeter pun. Lagipula ketika lo ada pacar dan lo ada masalah dengan pacar lo, mereka juga gak akan bantu, mereka cuma berkomentar. Oke masbro dan mbaksist? Keep calm aja ya. See yaa....
Langganan:
Postingan (Atom)