Kita sering kali cenderung percaya sama orang cuma berdasarkan penampilan orang tersebut gak sih? Kalau aku lihat sih gitu, kita jarang melihat konten dari ucapan seseorang ke kita. Misalnya, kita antusias dengar perkataan seseorang yang pakai jubah dan kopiah gak pernah lepas tentang ilmu agama. Tapi kita malas dengar apalagi percaya sama ucapan seseorang yang penampilannya sih biasa aja, kayak kita juga, yang ngomong tentang ilmu agama. Padahal bisa jadi konten yang dibicarain lebih bermutu dari si yang biasa aja itu. Padahal ilmu agama itu dasarnya Al-Qur'an dan Hadist bukan? Apapun yang dibicarakan, selama itu ter-refer ke dua sumber tersebut, kita patut mempertimbangkan kebenarannya. Kalau kita pindah ke bidang lain, misal pendidikan, kita lebih percaya sama orang yang mungkin sudah S3 daripada sama orang yang hanya tamat SMA dan belajar otodidak saja. Tapi bagaimanpun juga, budaya di kita memang seperti itu, buktinya di sini ijazah lebih diakui daripada skill kan. Kita lihat buku aja bukan dari sampulnya lagi, tapi dari penulisnya, siapa yang nulis, kita kenal dan kita yakin baru kita mau baca bukunya. Kita gak peduli lagi isi buku tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar