Kami sering mendengar tentang sahabat kami,
Sahabat satu negeri,
Kabarnya mereka bisa pergi sekolah naik sepeda,
Ada yang naik sepeda motor,
Ada yang naik mobil bersama orang tua,
Ada juga yang naik angkutan umum,
Seru rasanya,
Tapi kami gak kalah menyenangkan,
Kami pergi sekolah beramai-ramai,
Jalan kaki,
Dengan sepatu sederhana,
Yang kalau kami berjalan,
Bisa rasakan batu-batu yang kami injak,
Atau jempol kami yang hampir menyembul keluar,
Belum lagi kami harus berjalan jauh,
Kami harus pergi satu sampai dua jam sebelum buk guru memukul lonceng,
Kami harus menyeberangi sungai,
Dengan arus yang deras,
Jembatan yang hampir putus ini adalah jalan kami,
Kami senang bukan main setiap pergi ke sekolah,
Kami tertawa bersama,
Kata mamak dan bapak ini semua untuk cita-cita,
Kami tak tahu apa itu cita-cita,
Kata buk guru cita-cita itu apa yang kami inginkan,
Kalau yang kami inginkan,
Sangatlah sederhana,
Bisa membahagiakan mamak dan bapak,
Tapi kami sering mendengar teman-teman di kota banyak yang malas sekolah,
Sebagian dari mereka juga saling berkelahi,
Kami tak tahu mengapa demikian,
Kata buk guru,
Apapun yang terjadi,
Kami tak boleh berhenti sekolah,
Meski kami harus berenang melewati derasnya arus sungai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar