Dalam hidup hampir setiap hal itu diciptakan berpasangan, ada hitam dan putih, ada kanan dan kiri, ada horizontal dan vertikal. Yang terakhir itu menarik kita cermati, kok horizontal dan vertikal? Ada apa? Horizontal yang artinya garis lurus ke samping dan vertikal yang artinya garis lurus tegak ke atas. Horizontal juga sering dipakai untuk mengartikan urusan dengan sesama manusia atau disebut hablumminnas dan vertikal dipakai untuk mengartikan urusan dengan Allah SWT atau disebut hablumminallah. Islam mengajarkan dua hal tersebut adalah hal yang penting untuk mendapat ridho-Nya sekaligus surga-Nya kelak.
Loh kan masuk surga itu ya tinggal urusan aja sama Allah, ngapain ngurusin manusia. Beberapa orang berpendapat seperti itu, sehingga ia hanya akan mengejar ibadah vertikal lalu melupakan kehidupan bermasasyarakatnya. Ketahuilah dalam Al-Quran sendiri berkali-kali Allah mengatakan soal pentingnya hablumminnas. Bahkan sesama orang beriman pun diperintahkan untuk saling mendoakan.
Ada suatu tempat di alam akhirat nanti sebelum masuk pintu surga, disana adalah tempat dimana para malaikat menanyakan hal-hal urusan duniawi yang menyangkut dengan manusia lain. Beberapa orang bahkan sudah cukup amal hablumminallah dan ia tinggal masuk ke surga saja. Namun ternyata banyak catatan-catatan dengan manusia lain seperti berhutang dan lain-lain. Akhirnya pun pahalanya terkuras sedikit demi sedikit dan gagal masuk pintu surga, Sebegitu pentingnya lah kita juga harus memperhatikan kehidupan bermasyarakat kita. Jangan kita berpikir bahwa masuk surga hanya perlu fokus ke hablumminallah saja.
Selasa, 23 Februari 2016
Minggu, 21 Februari 2016
Meneladani KIsah Am dan I
Di dunia kita ini ada pria dan wanita. Sama juga seperti di dunia grammaritos, disana juga ada pria dan wanita. Pria berpasangan dengan wanita begitu juga sebaliknya. Lucunya disana hanya ada tiga orang pria dan lebih banyak wanita. Nama-nama pria tersebut ialah Am, Is, dan Are. Wanita disana cukup banyak, untuk kelompok bangsawan saja ada nama-nama seperti I, You, We, They, He, She, dan It. Belum lagi rakyat-rakyat biasa seperti kaum singular dan plural.
Suatu ketika mereka sadar harus ada keturunan di kerajaan mereka, maka mereka memutuskan tiga orang pria tadi harus siap menikahi dan berpoligami dengan wanita-wanita di kerajaan tersebut. Am, Is, dan Are pun menyetujui dan mereka mulai mencari dan memilah siapa-siapa saja yang bisa mereka nikahi.
Sampai di suatu ketika Am bertemu dengan I, gadis bangsawan yang memiliki hobi mengurus bunga-bunga yang ia tanam. Am jatuh hati pada I, begitu pula I. Di tempat lain, Is dan Are sudah mendapatkan banyak calon istri, sedangkan Am masih menghabiskan waktu bersama I. Sampai akhirnya mereka menikah dan Am tidak sanggup dan tidak tega untuk menikahi wanita lain lagi selain I. Berbeda dengan Is dan Are yang masih bersemangat untuk mencari istri.
Meski awalnya menimbulkan banyak pertentangan, karena sedikitnya jumlah pria, mereka bertiga diharapkan bisa menikahi wanita lebih dari satu, namun Am masih terus menolak. Akhirnya orang-orang pun luluh melihat ketulusan cinta keduanya, mereka mengizinkan lagipula Is dan Are masih mau berpoligami.
Akhirnya Am dan I hidup bahagia berdua selamanya. Sedangkan Is menikahi wanita-wanita bernama She, He, It, dan wanita-wanita dari kaum singular, ia juga hidup bahagia. Dan Are menikahi wanita-wanita bernama You, We, They, dan wanita-wanita dari kaum plural. Semuanya bahagia, hidup sejahtera. Namun di kehidupan sekarang yang pria dan wanita relatif seimbang jumlahnya, kita ada baiknya meneladani sikap Am yang memilih hanya satu wanita saja.
Suatu ketika mereka sadar harus ada keturunan di kerajaan mereka, maka mereka memutuskan tiga orang pria tadi harus siap menikahi dan berpoligami dengan wanita-wanita di kerajaan tersebut. Am, Is, dan Are pun menyetujui dan mereka mulai mencari dan memilah siapa-siapa saja yang bisa mereka nikahi.
Sampai di suatu ketika Am bertemu dengan I, gadis bangsawan yang memiliki hobi mengurus bunga-bunga yang ia tanam. Am jatuh hati pada I, begitu pula I. Di tempat lain, Is dan Are sudah mendapatkan banyak calon istri, sedangkan Am masih menghabiskan waktu bersama I. Sampai akhirnya mereka menikah dan Am tidak sanggup dan tidak tega untuk menikahi wanita lain lagi selain I. Berbeda dengan Is dan Are yang masih bersemangat untuk mencari istri.
Meski awalnya menimbulkan banyak pertentangan, karena sedikitnya jumlah pria, mereka bertiga diharapkan bisa menikahi wanita lebih dari satu, namun Am masih terus menolak. Akhirnya orang-orang pun luluh melihat ketulusan cinta keduanya, mereka mengizinkan lagipula Is dan Are masih mau berpoligami.
Akhirnya Am dan I hidup bahagia berdua selamanya. Sedangkan Is menikahi wanita-wanita bernama She, He, It, dan wanita-wanita dari kaum singular, ia juga hidup bahagia. Dan Are menikahi wanita-wanita bernama You, We, They, dan wanita-wanita dari kaum plural. Semuanya bahagia, hidup sejahtera. Namun di kehidupan sekarang yang pria dan wanita relatif seimbang jumlahnya, kita ada baiknya meneladani sikap Am yang memilih hanya satu wanita saja.
Jumat, 06 November 2015
Keindahan Tersembunyi
Seperti seorang petualang,
Menjelajah tempat-tempat baru,
Atau seperti anak kost,
Berpindah-pindah kamar kost,
Tapi kali ini aku menemukan
keindahan yang berbeda,
Keindahan yang bahkan ia sendiri tak
tau,
Sulit dijelaskan,
Bahkan seperti tak berkesan,
Tapi ini sesuatu yang berbeda,
Dulu aku singgah sebagai pelancong,
Tapi kali ini aku ingin tinggal dan
hidup disini,
Bukan selayaknya anak-anak yang
ingin terus mencari,
Tapi aku ingin selayaknya orang
dewasa,
Tinggal untuk hidup,
Ada moment ketika kita semakin
banyak berjalan,
Maka kita akan semakin mengerti,
Ada banyak hal yang gak bisa
diungkapkan,
Tapi pasti bisa dibuktikan,
Dengan tidak kemana-mana,
Nikmati saja waktu yang berganti.
Kunang-Kunang Dalam Pelukan
Terjaga di
gelap malam,
Sunyi hanya ada
suara semilir angin,
Dingin yang
menusuk ke kulit,
Gelap pun kian pekat,
Dari kejauhan
muncul setitik cahaya,
Tak begitu
terang,
Tapi sangat
jelas di dalam kegelapan malam,
Ternyata kunang-kunang,
Ia terbang
kesana kemari,
Seperti kembang
api yang gak ada matinya,
Ia hinggap,
Aku bagai
memeluknya,
Terasa sangat
spesial,
Ada serangga
tapi bisa bercahaya,
Meski tak
seterang gemerlapnya lampu kota,
Tapi ia
mengajarkan tentang kesederhanaan,
Mungkin kita
merasa belum berguna untuk siapa-siapa,
Jangan berhenti
untuk bersinar,
Meski tak
begitu terang,
Tapi pasti dan
akan,
Cahaya kita itu
berguna untuk orang lain.
Rabu, 23 September 2015
Bercumbu Dengan Senja
Di sebuah sudut senja,
Seorang pria masih duduk diam tanpa suara,
Hanya menggenggam sebuah buku,
Tampak serius mendalami isinya,
Sesekali meneguk segelas kopi di sampingnya,
Sudah tak ada asap mengepul,
Di sudut senja lainnya,
Ada sekolompok orang menghabiskan waktu bersama orang terdekat,
Banyak kalimat yang terucap,
Sesekali tawa yang keluar seakan memecah keheningan,
Di sudut senja yang berbeda,
Sudut yang agak gelap,
Tampak beberapa anak kecil juga dengan tawa yang khas,
Tawa yang diikuti dengan belur keringat jatuh di pipi,
Sesekali ada senyum yang tersimpul di wajah lelah itu,
Kebahagiaan meski kaki mereka pastinya lelah,
Membawa kacang dan kerupuk yang terbungkus untuk dijual,
Di sudut senja terakhir,
Tentu ada aku yang sedari tadi memperhatikan orang-orang,
Yang juga tentu sedang bercumbu dengan senja,
Seperti orang-orang meski caranya berbeda-beda,
Senja selalu memberikan keindahan,
Yang rasanya sulit ditolak untuk mencumbuinya,
Atau hanya sekedar menikmati,
Senja akan selalu begitu,
Kalem, pemberi ketenangan, dan tentu indah.
Seorang pria masih duduk diam tanpa suara,
Hanya menggenggam sebuah buku,
Tampak serius mendalami isinya,
Sesekali meneguk segelas kopi di sampingnya,
Sudah tak ada asap mengepul,
Di sudut senja lainnya,
Ada sekolompok orang menghabiskan waktu bersama orang terdekat,
Banyak kalimat yang terucap,
Sesekali tawa yang keluar seakan memecah keheningan,
Di sudut senja yang berbeda,
Sudut yang agak gelap,
Tampak beberapa anak kecil juga dengan tawa yang khas,
Tawa yang diikuti dengan belur keringat jatuh di pipi,
Sesekali ada senyum yang tersimpul di wajah lelah itu,
Kebahagiaan meski kaki mereka pastinya lelah,
Membawa kacang dan kerupuk yang terbungkus untuk dijual,
Di sudut senja terakhir,
Tentu ada aku yang sedari tadi memperhatikan orang-orang,
Yang juga tentu sedang bercumbu dengan senja,
Seperti orang-orang meski caranya berbeda-beda,
Senja selalu memberikan keindahan,
Yang rasanya sulit ditolak untuk mencumbuinya,
Atau hanya sekedar menikmati,
Senja akan selalu begitu,
Kalem, pemberi ketenangan, dan tentu indah.
Senin, 02 Februari 2015
5 Manfaat Donor Darah
Zaman
sekarang masih banyak orang yang takut untuk mendonorkan darahnya. Banya faktor
yang mendasari rasa takut ini, seperti takut jarum, takut lihat darah, takut
gak kuat, atau gak bisa lihat suster-suster cantik. Oke yang terakhir abaikan.
Tapi donor darah sungguh sangat diperlukan baik untuk orang lain ataupun diri
kita sendiri. Berikut ada 5 manfaat yang bisa kalian dapatkan dari donor darah.
1.
Menyehatkan
Donor darah sebenarnya
dapat membuat tubuh kita sehat. Karena kita membantu proses pertukaran darah
yang terjadi di tubuh kita. Tubuh kita kan setiap periodenya yang normalnya 2-3
bulan sekali akan memproduksi darah baru. Dengan donor darah, kita membantu
darah-darah baru tumbuh dengan lebih bagus karena adanya ruang yang cukup.
2.
Menolong Nyawa Orang Lain
Semua orang sepertinya
tahu donor darah untuk membantu orang lain, Tapi fungsinya lebih besar dari
sekadar membantu saja, tapi kita berperan penting atas keberlangsungan hidup
seseorang. Dengan kalian mendonorkan darah, tanpa kalian sadari hal kecil ini
bisa membuat orang lain tetap hidup.
3.
Mengetahui Penyakit Lebih Dini
Darah seperti yang kita
ketahui rentan terhadap penyakit tertentu. Darah yang mengalir ke seluruh tubuh
kita ini akan membawa penyakit tertentu jika ada. Sering kali kita gak sadar
atas suatu penyakit. Kita sadarnya ketika kita sudah merasa sakit atau bahkan
sulit menggerakan tubuh kita. Nah, dengan donor darah kita bisa mengetahui
penyakit apa yang ada dalam tubuh kita ketika diperiksa darahnya. Tapi, kalau
sudah ada penyakit tertentu yang bisa berakibat buruk pada orang yang menerima
darah kita, darah kita tidak bisa dipakai. Hal baiknya adalah kita jadi tahu
penyakit apa yang ada dalam tubuh kita dan bisa langsung memberikan tindakan
dini.
4.
Kepuasan Hati
Setiap manusia yang
punya hati tentu akan merasa puas setiap kali menolong orang lain. Hidup kan
gak selalu tentang materi. Ada hal lain yang lebih bisa buat kita tersenyum,
ketika kita bisa menolong orang lain dan melihatnya tetap hidup dan senyumnya
mewarnai dunia.
5.
Faktor X
Nah, faktor X ini adalah
faktor-faktor lain yang bisa mendukung dan membuat kalian semangat donor darah
secara rutin mulai dari sekarang. Pertama, buat cowok-cowok, di PMI atau bank
darah itu suster yang ambil darahnya itu cantik-cantik lho, buat cewek-cewek,
ada juga kok yang ganteng, walaupun gak banyak sih, hehe. Jadi kalau kalian
jomblo, bisa tuh coba donor darah, siapa tahu jodoh kalian bermula ketika
kalian donor darah. Kedua, buat anak-anak kost, kalau kalian gak tau sarapan
apa, coba kalian donor darah, nanti kan disitu dikasih susu, roti, sama kacang
hijau. Lumayan kan untuk ganjel perut, hehe. Yang terakhir, buat kalian yang
suka diucapin ulang tahun, atau gak ada yang ucapin ulang tahun, hiks. Kalian
bisa tuh coba donor darah, nanti kan kalian diminta isi biodata, isi data yang
benar. Nanti pas hari ulang tahun, kalian akan mendapat ucapan ulang tahun dari
PMI. Ini serius lho, beneran. Betapa PMI peduli terhadap pendonor kan.
Nah, jadi itu lah 5 manfaat donor
darah. Gimana gimana? Masih takut donor darah? Sudah pada berani kan? Ingat
lho, setetes darah kalian menentukan hidup seseorang. Ingat juga, usahakan
makan dan tidur yang cukup juga sebelum donor supaya kualitas darahnya bagus. Terima kasih banyak atas
perhatiannya... See yaaaaa.... :)
Minggu, 01 Februari 2015
5 Hal Bagus Dari Menjadi Anak Tunggal
Di
zaman modern yang serba sibuk ini, populasi anak tunggal semakin meningkat.
Anak tunggal yang juga sering disebut anak semata wayang. Gak seperti dulu yang
setiap keluarga punya anak lebih dari 5, bahkan ada yang lebih dari 10.
Kabarnya mereka diam-diam bentuk tim sepakbola, atau boyband/girlband. (Halah).
Anak tunggal itu sering dikucilkan katanya kalo apa-apa gak ada yang belain,
katanya juga anak tunggal sering kesepian. Maka dari itu, gue tergerak untuk
melakukan riset tentang hal-hal bagus dari anak tunggal. Mungkin karena gue
peduli sama orang-orang yang senasib. (Hehe). Jadi berikut adalah 5 hal bagus
dari anak tunggal.
1.
Gak punya perbandingan.
Jadi ketika anak-anak
lain yang punya saudara kandung sering dibanding-bandingkan. Misal, “Lihat tuh
abang mu ranking 21, kamu apa ini rangking 30”. Atau “Contoh lah adik mu yang
bisa curi sepatu converse di Mesjid, kamu apa ini sandal merk Carvil”. Kan
sedih kayak gitu. Tapi itu gak terjadi sama anak tunggal, anak tunggal ya dia satu-satunya
referensi dari sebuah keluarga, hehe.
2.
Semuanya milik kami
Jadi ketika anak-anak
lain yang punya saudara kandung sering harus berbagi makanan atau mainan, anak
tunggal ya apa yang ada punya dia semua. Ada makanan, dia satu bungkus sendiri.
Makanya 75% anak tunggal itu sehat. Haha.
3.
Cinta yang gak terbagi
Masih sama kayak tadi,
ketika anak-anak lain juga harus berbagi kasih sayang orang tua, Bahkan
terkadang orang tua sering gak adil dalam member perhatian, misal untuk si A
dikasih uang jajan 20 ribu, si B cuma 5 ribu, itupun harus kerja dulu cuci
piring. Kalo anak tunggal gak ada gitu, kami gak perlu iri lihat orang. Berapa
dikasih ya diterima, gak harus pake iri liat orang lain lebih banyak dikasih.
4.
Gak banyak energi yang terbuang
Ketika anak-anak lain
yang memiliki saudara kandung menghabiskan hari-hari dengan berkelahi satu sama
lain, hal ini tentu menghabiskan banyak energi. Sedangkan anak tunggal hanya
perlu santai nonton tv, main game, atau tidur siang. Kembali lagi, hal ini juga
menjadi faktor mengapa anak tunggal sehat.
5.
Anak tunggal itu keren dan menjadi
referensi
Mengapa anak tunggal
keren? Jawabannya coba kalian nonton serial drama, film layar lebar, FTV, atau
hanya kartun. Bisa dikatakan 90% pemeran utamanya adalah anak tunggal. Coba
kalian perhatikan baik-baik.
Jadi itulah 5 hal bagus dari
menjadi seorang anak tunggal. Selain dari itu semua, tentunya anak tunggal juga
membantu pemerintah dalam menyukseskan program KB. Namun dengan seringnya PLN
mematikan listrik, khususnya di malam hari, dikhawatirkan populasi anak tunggal
semakin berkurang. Cukup sekian untuk kali ini. Terima kasih...
Langganan:
Postingan (Atom)