Jumat, 30 Mei 2014

Nyanyian Hujan

Terkadang ia bernyanyi lembut,
Menyejukkan hati,
Meneduhkan jiwa,
Mengantar ku menuju alam mimpi,

Terkadang ia menaikkan nada nyanyiannya,
Menjadi jawaban dari dahaga sang bumi,
Menjadi jawaban dari doa dedaunan yang mulai kekurangan air,
Menjadi jawaban dari nyanyian si katak dan si jangkrik,
Yang merindukan nyanyian hujan di malam hari,

Namun terkadang nyanyiannya sungguh keras,
Menggelegar seperti memecahkan langit,
Semua takut,
Semua sembunyi,
Apakah kau marah, hujan?

Aku rasa tidak,
Tidak mungkin kau marah pada kami,
Kembalilah bernyanyi seperti biasa,
Menjadi nyanyian alami penghantar tidur kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar