Kamis, 27 April 2017

Mau sampai kapan kita menolak ini
Rasa yang tetiba hadir
Mekar di hati
Subur sepanjang hari
Oh Tuhan,
Andai kami bisa memilih
Dimana cinta harus bersemi.

Rabu, 26 April 2017

Hujan kali ini
Menyisakan perih
Seperti rindu kian nyeri
Kau yang terus di hati
Kau yang tak tahu terus diingini.

Selasa, 25 April 2017

Mata teduh itu sihir
Bagi
Puisiku yang sempat mati
Kau menghidupinya lagi
Kau adalah
Inspirasi.

Minggu, 23 April 2017

Ketika sajak berhenti
Menemuimu adalah solusi
Sebab mata teduh itu
Jadi alasan
Puisi hidup lagi
Sajak bernyawa lagi.

Sabtu, 25 Februari 2017

Longman Complete Course for TOEFL Test. By Deborah Phillips.

Download here.

Jumat, 17 Februari 2017

Kita akhiri saja semua ini. Mesin sudah mencapai batas maksimalnya. Kelak, semoga kau tahu aku pernah setidaknya coba untuk mendapatkanmu.

18 Februari 2017.

ttd

Arief Dermawan

Selasa, 24 Januari 2017

Tipe-Tipe Mahasiswa Berdasarkan Tingkat Semester

Zaman modern sekarang ini menjadi mahasiswa adalah hal yang biasa, mayoritas siswa tamatan SMA sederajat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Masuk kampus, mulai ada tipe-tipe mahasiswa berdasarkan tingkatan semester mereka. Diuraikan sebagai berikut.

1. Mahasiswa Baru
Mahasiswa baru atau lebih akrab disapa maba ini adalah level terendah dari seorang mahasiswa. Baru tahun pertama kuliah, semester 1-2, sering dibully mahasiswa-mahasiswa tingkat yang lebih tinggi. Masih berjiwa anak SMA, masih culun, masuk kuliah kayak masuk sekolah. Masih sopan. Yang cewek-cewek jadi sasaran empuk kakak senior. Masih daun muda dan punya masa depan masih panjang. Tidak akan menekan pacarnya untuk cepat lulus.

2. Mahasiswa Junior
Setingkat di atas maba, mahasiswa junior ini mulai beradaptasi dengan dunia kampus. Masuk tahun kedua, semester 3-4. Mulai rasain masuk organisasi, jadi junior, masih disuruh-suruh sama senior. Tapi di depan maba bergaya keren sebagai anak organisasi.

3. Mahasiswa Senior
Level mahasiswa paling menyenangkan, masuk tahun ketiga, semester 5-6. Mulai jadi senior di organisasi juga, mulai menjabat di posisi-posisi strategis. Incaran adik-adik yang lebih junior. Mulai keren, gak culun lagi, rambut mulai panjang, pakai kemeja gak dikancing. Paling keren sekampus. Kuliah juga udah mulai jarang masuk karena sibuk organisasi, mulai akrab sama dosen, dekan, bahkan rektor.

4. Mahasiswa Tua
Mulai masuk tahun ke empat atau bahkan ke lima, semester 7-10. Mulai ninggalin organisasi, cuma jadi pembina atau penasehat. Disegani banyak orang, dekatnya sama orang kantin. Pakaian rapi karena sering ketemu dosen, nampak di kampus sekali-kali cuma pas ada bimbingan skripsi aja. Mulai ditinggalin teman-teman seleting yang wisuda. Dekat sama adik leting, ketemu orang disalamin.

5. Mahasiswa Sesepuh
Di atas semester 10 mahasiswa ini akan mulai sendirian di kampus. Tidak dikenali lagi. Baju rapi, wajah kusam dan sendu karena skripsi tak kunjung diterima. Kalau jalan di kampus sering dikira dosen. Bahkan dosen baru adalah teman kuliahnya dulu. Dosen sudah jadi teman. Kampus sudah jadi rumah.

6. Mahasiswa Non-aktif
Mahasiswa apa ini? Di atas semester 14 yang batas akhir seseorang bisa kuliah, tapi dia masih ngurus skripsi. Ada apa? Oh ternyata dia pernah ambil masa non-aktif jadi masa kuliahnya pun dapat extra time. Kalau mahasiswa sesepuh tadi sudah sulit dikenali, apalagi yang ini.

Oke, demikianlah jenis-jenis mahasiswa yang berkeliaran di kampus-kampus. Banyak dijumpai jika kalian lebih memperhatikan sekitar kalian. Atau coba lihat diri kalian sendiri sudah di level mana.