Kau si mata paling teduh
Tenggelam ku dibuatnya
Tak mampu ku keluar
Semakin dalamku lihat
Semakin tajam tatapan itu
Sepasang mata itu seperti pohon rindang
Menyejukkan setiap orang yang melihatnya
Ingin memilikinya agar ku bisa selalu dekat
Tapi tak mampu
Sabtu, 21 Januari 2017
Rabu, 18 Januari 2017
Selasa, 17 Januari 2017
Jumat, 06 Januari 2017
Menikah adalah sebuah ibadah yang nampaknya mudah dilakukan, padahal enggak. Bagi seorang pria, banyak yang harus disiapkan terlebih dahulu. Selain mahar, pria juga harus modal dalam dirinya seperti iman yang baik, kematangan sikap, dan tentu kemapanan penghasilan. Fokus soal mapan, ada yang bilang jangan nunggu mapan untuk menikah. Benar, tapi jangan gak punya apa-apa mau nikah. Ingat, pria menikah berarti ia bertanggung jawab penuh atas perut anak istrinya. Lalu jika gak punya penghasilan cukup, mau kasih makan apa anak dan istrinya. Namun kalau menunggu kaya raya baru menikah juga salah, kelamaan bro. Kecuali lo diwarisin perusahaan sama ortu lo, baru kaya raya di usia muda. Kesimpulannya, kita perlu sebuah standar untuk kata mapan dalam menikah. Baiklah, standar yang baik ialah ketika kita yakin penghasilan kita setiap bulannya mampu membiayai keluarga kita, makan dan pakaian mereka. Jangan sampai menikahi wanita lalu membuatnya kelaparan dan memakai baju compang camping. Sekian.
Senin, 02 Januari 2017
Dalam urusan cinta, segala yang dipaksakan memang tidak baik. Kita terkadang tertarik dengan seseorang hanya dari fisik dan kita berpikir sangat jauh. Ketika kenalan dan tahu lebih dalam, ternyata ketertarikan kita tadi adalah sebuah kesalahan. Cinta dan jodoh adalah sebuah misteri. Terkadang hadir di saat kita pun tidak sadar. Bagi yang belum ketemu jodoh dan cintanya, cobalah terus berikhtiar dan selalu berdoa pada-Nya.
Minggu, 01 Januari 2017
Sabtu, 17 Desember 2016
Tipe-Tipe Orang Yang Ngebully Timnas
Timnas Indonesia baru saja memainkan pertandingan final Piala AFF dan hasilnya harus menelan kekalahan atas Thailand meskipun timnas sempat menang di leg pertama yang dimainkan di Indonesia. Timnas masuk final dan menang di leg pertama tentu memunculkan kembali ekspektasi seluruh masyarakat Indonesia untuk meraih tropi kebanggaan se-Asia tenggara itu. Tapi apa hendak dikata, ekspektasi itu pun menjadi kekecewaan seiring timnas yang kembali hanya jadi runner up. Masyarakat pun ramai-ramai membully timnas, meski banyak juga yang tetap mendukung timnas. Saya adalah salah satu yang terus mendukung timnas apapun hasilnya. Tapi kali ini saya mau membahas tipe-tipe orang yang ngebully timnas berdasarkan yang saya lihat dan obsevasi.
1. Penonton Bola Dadakan
Mendadak nonton bola karena timnas mau juara, banyak. Berekspektasi sangat tinggi, tidak peduli capaian apa yang sudah timnas capai. Bagaimana perjuangan mereka. Pokoknya timnas harus juara lah. Gak juara berarti lemah.
2. Ngakunya Anak Bola
Ngakunya anak bola sih, ngakunya sih suka nonton bola. Tapi malam minggu lebih milih jalan sama pacar dari pada nonton big match bola. Klub favorit juga berubah-ubah sesuai klub mana yang lagi bagus dan juara. Nonton bola juga cuma nonton highlights nya pagi-pagi di berita TV. Terus bangga tim favoritnya menang. Kalau timnya kalah, tinggal pindah tim favorit.
3. Ibu-Ibu Nonton Bola
Ibu-ibu yang biasanya nonton sinetron dan acara dangdut pun gara-gara timnas masuk final jadi ikutan nonton juga. Giliran kalah keluar lah kata "ah bodoh mainnya".
4. Orang Suntuk
Orang suntuk ini bahaya, semua bisa dibully. Apalagi timnas. Pokoknya hobi orang-orang ini memang suka cari sensasi aja. Mungkin niatnya biar beda aja, tapi jatuhnya konyol.
5. Merasa Dirinya Cristiano Ronaldo
Orang yang merasa dirinya kalau main bola bisa lebih bagus dari pemain timnas. Mungkin bisa sekelas Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Atau mungkin dia maunya pemain timnas itu semuanya selevel Messi atau Ronaldo.
Apapun hasil yang timnas raih, marilah kita jangan suka membully bangsa sendiri. Apalagi mereka yang sudah berjuang membawa nama baik bangsa. Pemain timnas seluruhnya juga sudah berjuang sekuat tenaga mereka. Suporter yang datang langsung ke Thailand saja terus mendukung, lah kita yang cuma nonton gratisan di TV Ahay bisanya protes terus. Semoga semua tercerahkan, terima kasih.
1. Penonton Bola Dadakan
Mendadak nonton bola karena timnas mau juara, banyak. Berekspektasi sangat tinggi, tidak peduli capaian apa yang sudah timnas capai. Bagaimana perjuangan mereka. Pokoknya timnas harus juara lah. Gak juara berarti lemah.
2. Ngakunya Anak Bola
Ngakunya anak bola sih, ngakunya sih suka nonton bola. Tapi malam minggu lebih milih jalan sama pacar dari pada nonton big match bola. Klub favorit juga berubah-ubah sesuai klub mana yang lagi bagus dan juara. Nonton bola juga cuma nonton highlights nya pagi-pagi di berita TV. Terus bangga tim favoritnya menang. Kalau timnya kalah, tinggal pindah tim favorit.
3. Ibu-Ibu Nonton Bola
Ibu-ibu yang biasanya nonton sinetron dan acara dangdut pun gara-gara timnas masuk final jadi ikutan nonton juga. Giliran kalah keluar lah kata "ah bodoh mainnya".
4. Orang Suntuk
Orang suntuk ini bahaya, semua bisa dibully. Apalagi timnas. Pokoknya hobi orang-orang ini memang suka cari sensasi aja. Mungkin niatnya biar beda aja, tapi jatuhnya konyol.
5. Merasa Dirinya Cristiano Ronaldo
Orang yang merasa dirinya kalau main bola bisa lebih bagus dari pemain timnas. Mungkin bisa sekelas Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Atau mungkin dia maunya pemain timnas itu semuanya selevel Messi atau Ronaldo.
Apapun hasil yang timnas raih, marilah kita jangan suka membully bangsa sendiri. Apalagi mereka yang sudah berjuang membawa nama baik bangsa. Pemain timnas seluruhnya juga sudah berjuang sekuat tenaga mereka. Suporter yang datang langsung ke Thailand saja terus mendukung, lah kita yang cuma nonton gratisan di TV Ahay bisanya protes terus. Semoga semua tercerahkan, terima kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)