Senin, 05 Desember 2016

Hati

Soal hati tidak ada batasan
Hati tidak mengenal batasan ruang
Juga tidak dibatasi peraturan-peraturan
Hati memilih yang ia mau

Hati sering berjalan sendiri
Tidak dibarengi pikiran
Pikiran tidak bisa selalu mengatur hati
Hati bisa atur dirinya sendiri

Hati tepat berada di tengah tubuh manusia
Ia adalah pusat perasaan
Dekat dengan pelukan
Pemberi kehangatan.

Petualang Kembali

Kau si petualang yang sempat hilang
Mengembara yang ku tak tau kau kemana
Kau si pelancong pemberi kenangan
Sekejap yang tertambat lama

Kini kau kembali
Sangat dekat
Aku si darmaga sebuah pulau kecil
Tak berani mengikatmu

Keraguan itu jelas terasa
Keyakinan masih tersimpan dalam
Tuhan, tolong kau satukan kami
Yakinkan hati kami bahwa ini adalah jalan hidup kami.

Jenis Orang Ngopi Berdasarkan Tujuannya

Aku sebelumnya pernah bahas tipe-tipe orang ngopi. Sekarang aku mau bahas tipe-tipe orang berdasarkan tujuan mereka pergi ke warung kopi. Orang ke warung kopi itu macam-macam tujuannya. Berikut klasifikasinya.

1.    Ngumpul bareng teman
Kelompok ini pergi ngopi tujuannya untuk silahturahmi bareng teman-temannya. Baik itu teman lama yang jarang ketemu ataupun teman yang sering ketemu. Tipe ini bisa ditandai dengan niat mereka untuk ngobrol dan tanpa sibuk gadget.

2.       Sekadar cicip kopi
Ini anaknya ngopi banget ya. Biasanya tipe ini gak peduli dia pergi ke warkop sama siapa, sendiri juga oke. Yang penting bisa ngopi. Habis kopi segelas pulang.

3.       Online
Kelompok ini pergi ke warkop untuk cari wifi. Bisa tujuannya buat tugas, download film, nonton youtube, ataupun streaming bola. Kelompok tipe ini biasanya lebih fokus ke gadget atau laptop. Tipe ini juga bisa pergi sendiri, bareng teman, ataupun gerombolan hamper sekelas.

4.       Korban PLN
Kalau sebelumnya pencari wifi, yang ini pencari listrik. Secara mayoritas warkop nyediain genset, dan kebutuhan akan gadget semakin meningkat, juga di rumah kepanasan. Daripada mati bosan, maka warkop adalah solusinya.

5.       Suntuk di rumah
Ini biasanya diisi sama anak kost atau pengangguran, gak tau ngapain di rumah, gak ada kegiatan padahal gak sedang mati lampu, warkop juga jadi solusi. Kegiatan di warkop juga aneka macam, bisa online, sekadar cicip kopi, ataupun cuma bengong aja.

Nah, tadi adalah macam-macam orang berdasarkan tujuannya mereka datang ke warung kopi. Terima kasih, sampai jumpa lagi.

Kamu Itu

Kalau kopi kamu itu kopi susu
Sedikit pahit sedikit manis
Aku si penikmatmu
Tetap bisa menikmati pahit dan manis itu

Kalau kue kamu itu kue coklat
Nampaknya pahit
Padahal manis
Dan aku yang paling tahu bahwa kamu memang manis

Kalau film kamu itu drama aksi
Banyaknya perang
Padahal beberapa sesi jadi cengeng
Dan aku bisa rasain adrenalin peperangannya
Juga cengeng yang kamu berikan

Kalau permainan kamu itu puzzle
Kerumitanmu adalah keasikanku
Aku bisa nyusun puzzlemu
Sambil aku lakuin kesenanganku.

Minggu, 04 Desember 2016

Meja Warung Kopi



Sebuah meja warung kopi
Yang menyimpan seribu cerita
Diantara orang-orang yang mengelilinginya
Dipenuhi gelas di atasnya

Sebuah meja warung kopi
Menyimpan cerita persahabatan
Sahabat lama dan sahabat baru
Mempertemukan orang yang lama tidak bertemu
Mempertemukan orang yang baru bertemu

Sebuah meja warung kopi
Menyimpan cerita asmara
Dua orang yang saling mencinta
Orang-orang yang menceritakan orang yang dicinta

Sebuah meja warung kopi
Menyimpan cerita masa lalu
Juga masa depan
Dibagi semua di meja warung kopi

Sebuah meja warung kopi
Seiring waktu mulai sepi
Semua cerita mulai tergerus zaman
Semua cerita mulai terserap teknologi

Sebuah meja warung kopi
Tetaplah buat ia hidup
Mendengar semua cerita
Menghangatinya dengan canda tawa.

Senin, 14 November 2016

Pesawat dan Bandara

Pesawat dan bandara
Pesawat akan selalu pulang ke bandara
Setelah ia menjelajahi dunia
Berkumbul bersama pesawat lainnya

Terkisah satu pesawat yang terbang tidak jauh
Namun menemukan sandaran baru
Ia kini tidak menjelajahi dunia lagi
Ia bahkan tidak pulang ke bandara lagi
Tak tau dimana
Tapi pasti tidak jauh

Sabtu, 08 Oktober 2016

Betapa Bodohnya Aku

Yang mau aku katakan
Hanyalah terima kasih
Atas telah menyadarkan aku
Betapa bodohnya aku

Betapa bodohnya aku yang terus-terusan terjebak dalam arus permainanmu
Betapa bodohnya aku yang gak pernah jera masuk kesana
Betapa bodohnya aku selalu saja tertipu atas bualanmu
Betapa bodohnya aku jika setelah tulisan ini aku masih melakukan hal yang sama

Aku cukupkan semua kebodohan ini
Aku akhiri semua permainanmu
Anggaplah aku kalah dan keluar dari permainanmu
Atau lebih tepat aku sebut tipu dayamu.