Rabu, 15 Januari 2014

Si Merpati Putih














Terbang tinggi di udara,
Meliuk-liuk bak pragawati,
Menghiasi langit sore yang cerah,
Menambah indahnya sinar mentari senja,

Hidup memang tak pernah sama,
Kemarin kau mampu terbang,
Hari ini kau hanya terdiam,
Dan esok belum tahu seperti apa,

Tenanglah wahai merpati putih,
Meski sayapmu patah sebelah,
Aku disini selalu menjagamu,
Berharap esok akan lebih baik,

Kau merpati putih yang tak pernah merasa lemah,
Hidup karena cinta dan terbanglah untuk cinta,
Kau jalani hidup dengan kuatnya,
Aku disini memperhatikanmu,
Menjagamu dan tak biarkan kau sendiri,

Kelak jika sayapmu telah pulih,
Aku lah yang pertama tersenyum,
Aku lah yang paling bahagia,
Dan 'kan ku biarkan kau memilih,
Untuk terbang mencari dunia baru,
Atau disini menemani ku,
Hingga tua ku datang.

Si Komo


Pada tahu foto tersebut? Kalau anak tahun awal 90-an pasti tahu. Yap, ini namanya Si Komo. Makhluk fiktif berbentuk boneka komodo ini telah menjadi idola anak-anak di masanya. Jadi dulu masih kecil Si Komo yang identik sama Kak Seto juga memiliki beberapa lagunya yang menjadi jadi hits, maklum lah masa kami dulu belum ada boyband. Kami masih bersih dengan lagu anak-anak yang memang kekanak-kanakan. Tapi itulah sisi indahnya, Tapi si komo ini benar-benar telah meracuni pikiran masa kecilku dulu. Gara-gara lagunya yang berjudul "Si Komo Lewat Tol", si komo ini jadi identik dengan biang kemacetan. Lagian ada liriknya yang nyebutin kalau gara-gara komo lewat, jadinya macet. Jadi gara-gara lagu itu juga, tiap kali terjebak macet, aku selalu nyariin dimana si komo. Kok yang ada pak polisi, pedagang kaki lima, sama jalanan berdebu dan berasap. Selain itu juga, tiap aku tanya kenapa bisa macet, mama selalu jawab "Karena Si Komo lewat". Kan kasihan si komo. Kasihan aku juga sih kenapa sebegitu lugunya percaya sama itu. Tapi bagaimana pun juga, lagu-lagunya si komo masih enak kok untuk didengar, sambil bernostalgia juga. Masa kecil kita dulu kan memang belum terkontaminasi sama boyband dan girlband. Indah...

Hai Rintik Hujan


Hai rintik hujan,
Tidak lelahkah kau terus jatuh membasahi bumi,
Tidak indahkan hidupmu di atas awan sana,
Atau kau berfikir disini lebih indah dari awan,
Sedangkan kami berfikir di awan lebih menyenangkan,

Hai rintik hujan,
Tidak tahukah kamu jika hadir mu sering tak diharapkan,
Tidak tahukah kamu jika kamu sering menyebabkan manusia menangis,
Tidak sadarkah kamu jika manusia sering menceritakan mu disini,

Hai rintik hujan,
Maafkanlah jika kami tidak mampu mensyukuri hadirmu,
Tanpa mu manusia tidak akan sekuat ini,
Maafkanlah kami, wahai hujan,
Yang menyalahkan mu sedangkan kami yang tak menjaga bumi kami,
Sedangkan kami yang tidak menghargai alam kami,
Dan menjadikan mu sebagai kambing hitam dari semua ini,

Hai rintik hujan,
Terima kasih engkau masih mau bersabar menghadapi kami,
Tetaplah membasahi bumi kami,
Wahai hujan...

Kisah Dari Sebuah Halte Tua


Terdampar di pusat kota,
Di sebuah halte tua tak terawat,
Besi yang mulai tua,
Pedagang kaki lima yang menyesakkan,

Ironi bercampur prihatin,
Namun peduli apa aku ini,
Aku disini hanya sedang menunggu bis,
Bis yang biasa aku tumpangi,

Setia menunggu,
Karena memang tak ada pilihan lain,
Lelah? Iya pasti,
Namun tak jadi soal,
Yang terpenting bagaimana aku bisa pulang,

Mau sampai kapan?
Pertanyaan yang aku sadari,
Namun belum menemukan jawaban,
Yang pasti saat ini aku hanya ingin menunggu,
Mungkin sampai malaikat menjemputku di halte ini,

Bukan, aku bukan putus asa,
Aku hanya saja tak tahu harus lakukan apa,
Mereka bilang aku harus kembali,
Atau naik kendaraan lain,
Namun sayangnya hanya bis itu yang tepat lewat di depan rumahku,

Sudahlah jangan ribut lagi,
Aku hanya ingin menunggu,
Menuggu sampai akhir,
Sampai aku tak tahu apa arti menunggu,
Seperti seorang lansia yang tak tahu jumlah umurnya sendiri.

Hidup Itu...

Orang bilang hidup itu pilihan, 
Tapi ketika aku dihadapkan dengan mu, 
Aku sama sekali tak punya pilihan selain kamu. 

Orang bilang juga hidup itu bagai roda, 
Terus berputar,
Iya, aku juga terus berputar 
Meski gak jauh dari mencintai, menyayangi, mengasihi, dan merindukanmu. 

Ada yg bilang juga hidup itu perjuangan,
Itulah sebabnya aku terus memperjuangkan mu. 

Beberapa orang juga bilang bahwa hidup itu sementara, 
Dan dlm waktu yg sementara ini aku ingin mengisinya untuk selalu mencintaimu.

Selasa, 31 Desember 2013

Kopi Pertama 2014

Sebuah pagi pertama di 2014,
Menikmati secangkir kopi di persimpangan kota,
Kopi hitam dengan rasa pahit sedikit manis,
Ditemani suara riuh kendaraan pusat kota,

Namun ini bukan soal kopi,
Ini tentang hidup yang terkadang pahit,
Meski terkadang manis,
Dimana pahit dan manis itu tergantung kita,
Tergantung cara kita menyikapinya,

Setiap manusia pasti memiliki masalah,
Ada dua pilihan jika tak ingin memiliki masalah,
Mati atau menjadi gila lah,
Namun bukan itu solusinya,
Menyelesaikan masalah akan membuat diri kita lebih baik,

Hidup penuh dengan ujian,
Melewati ujian artinya berhasil dalam menjalani hidup,
Gagal bukan berarti berhenti,
Gagal artinya mulai lagi,

Buka lembar baru,
Dengan semangat baru,
Tanpa melupakan masa lalu,,
Sepahit apapun itu,
Jadikan pelajaran dan kenangan,
Hiduplah berdampingan dengan masa lalu.

Senin, 25 November 2013

Belajar Mensyukuri Masa Lalu

Sudah lama gak ngeblog nih, kayaknya kali ini membahas tentang sesuatu yang serius enak ya. Okelah gimana kalau kita bahsa tentang bagaimana kita mensyukuri masa lalu. Eit mensyukuri disini bukan seperti kita sehari-hari bilang ke orang "syukurin" kalau orang lagi susah. Tapi disini kita belajar untuk menerima kegagalan, kesalahan, dan hal-hal kelam di masa lalu. Saya mengangkat kegagalan karena kalau kebahagian, kesuksesan, dan hal-hal membahagiakan rasanya sangat mudah untuk kita syukuri. Kalau untuk itu saja kita belum bisa bersyukur, jangan lanjutin lagi baca tulisan ini. Karena tulisan ini fokus ke bagaimana kita mensyukuri masa lalu yang kelam. Lalu timbul pertanyaan "Emang bisa?". Tentu bisa. Oke, kita langsung masuk ke inti permasalahan.

Semua orang tentu memiliki masa lalu, ya iyalah tanpa masa lalu, mana mungkin ada masa sekarang apalagi masa depan. Nah, apa masa lalu memiliki sebuah efek domino untuk masa sekarang dan masa depan. Oh tentu ada. Kita harus belajar dari masa lalu, khususnya dari kegagalan. Orang tidak akan dikatakan sukses jika dia tidak pernah gagal. Iyalah, sebenarnya kriteria sukses itu bukan setinggi mana level kita, tapi sejauh mana perubahan yang kita lakukan pada diri kita. Contoh, anak seorang pejabat, semua disediakan, dari yang terkecil sampe yang termewah. Ketika ia dewasa, ia menjadi seorang politisi yang kehidupannya ya gitu-gitu aja, gak ada perubahan dari dulu, harta ya tetap banyak. Sekarang kita bandingkan dengan seorang anak petani desa, yang sekolah saja gak pakai sepatu, tapi dengan kamuannya belajar, ia kini sukses menjadi dosen dan dapat gelar profesor. Nah, mana yang lebih sukses. Kita ilustrasikan si A memulai start dari kota Bandung dan finish di kota Jakarta dan si B mulai start di kota Banda Aceh dan finish di kota Medan. Mana yang lebih sukses? Jawaban saya si B. Karena bagi saya, takaran kesuksesan itu bukan hasil akhir, tapi sejauh mana kita melakukan sebuah proses. Walaupun Jakarta lebih metropolitan dibanding Medan, tapi lihat jarak yang ditempuh. Sangat jauh berbeda. Tetaplah berdoa dan berusaha untuk menuju kesuksesan, jangan pikirkan dari mana kita mulai, tapi terus berjalan sejauh mungkin menuju garis finish terbaik.

Ada banyak kisah di masa lalu, baik itu proses kita menuntut ilmu sampai proses mencari cinta sejati. Kita bisa saja gagal, itu biasa. Akan jadi luar biasa jika kita mampu langsung bangkit memperbaiki situasi. Dalam menuntut ilmu kita sering gagal, bisa jadi tinggal kelas, gak lewat mata kuliah, atau bahkan D.O. Menarik jika saya katakan jangan putus asa. Oke, jika kalian pernah menonton film Monster University yang baru keluar tahun 2013 ini, film animasi ini lanjutan dari monster inc. Saya ingin mengajak anda untuk merujuk kesana dan mengambil pelajaran dari isinya. Ketika dua monster yang merupakan sahabat dikeluarkan dari kampusnya dan tentu terancam gagal mendapat pekerjaan di perusahaan monster yang mereka inginkan. Namun ternyata perjuangan belum usai, mereka berjuang dari 0 menjadi tukang antar surat di perusahaan itu. Dengan ketekunan mereka, mereka mendapatakan promosi ke jabatan yang lebih tinggi. Begitu terus sampai akhirnya mereka menjadi petinggi di perusahaan itu. Nah, pesannya tentu jangan kalah sama masa lalu. Jika kita kalah, maka kita akan kehilangan masa depan. Tapi jika menang, masa depan yang cerah yang akan menghapiri kita. Nah jika sudah begini, kita harus mensyukuri kegagalan masa lalu, karena jika dulu kita tidak gagal, mungkin ceritanya akan beda.

Kita berpindah ke hal lain, cinta. Nah ini yang banyak orang ingin jauhi dan lupakan. Banyak orang lari dari kenyataan bahwa ia pernah gagal dalm cinta. Coba kita pikir kegagalan apa yang pernah ada dulu dan kita berpindah ke masa sekarang, apa yang kita dapat sekarang. Jika menurut kalian sekarang kita dapat yang lebih baik, maka kita telah belajar dan bersyukur atas masa lalu. Namun jika belum, kalian cukup bersabar dan belajar lagi dari masa lalu. Jangan lakukan kesalahan yang sama dan lebih banyak bersabar. Semua ada waktunya, Jika menurut Allah kita sudah siap, Ia akan memberikan kita yang terbaik. Karena cinta bukan hanya sekedar status, cinta itu sebuah perasaan. Jika kita sudah bersabar dan percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik, maka Insya Allah semua itu akan terkabulkan. Sekali lagi, percaya dan bersabarlah. Jika kalian sudah bahagia dengan dia yang menjadi masa kini mu, pertahankanlah ia untuk masa depanmu, dan coba renungkan jika tanpa kegagalan di masa lalu, kita tidak akan bertemu dia yang membahagiakanmu sekarang. Dia yang menyempurnakan hidupmu.

Nah, intinya masa lalu akan selalu menjadi guru terbaik jika muridnya mau belajar. Karena percuma aja ada guru terbaik jika muridnya malas belajar. Tetap aja akan tinggal kelas. Hidup ini penuh misteri, broh. Nikmatilah semua lika-likunya, itu semua rahasia Allah. Percayalah Ia akan beri yang terbaik untuk kita. Berusaha dan berdoa. Terakhir, bersyukurlah atas apapun yang diterima.